Breaking News:

Pesona Borneo

Tari Perang Ulong Da’a, Simbol Penghormatan Suku Dayak Sambut Pejuang Menang dari Medan Tempur

Tari Perang Ulong Da’a, Simbol Penghormatan Suku Dayak Sambut Pejuang Menang dari Medan Tempur

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Trinilo Umardini
TRIBUN KALTARA/MOHAMMAD SUPRI
Tari Perang Ulong Da’a, seni gerakan tradisional ini sangat terkenal di Kabupaten Malinau. Kesenian daerah tersebut diperankan oleh pegiat kesenian daerah, Sanggar Seni Dayak lengilo’ Ulong Da’a Malinau. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Tari Perang Ulong Da’a, Simbol Penghormatan Suku Dayak Sambut Pejuang Menang dari Medan Tempur.

Pertunjukan utama dimulai. Sontak, suasana berubah tegang. Gerak tarian berubah menyesuaikan tempo musik iringan.

Seketika, barisan penari mengatur jarak membentuk lingkaran. Dua penari mengisi ruang tengah, mulai memerankan adegan puncak.

Keduanya saling serang-bertahan, dipersenjatai perisai dan senjata tradisional, golok khas suku dayak. Keduanya berganti peran, saling serang dan bertahan.

Lantunan musik pengiring terdengar bertambah cepat, suara senjata saling beradu menambah tegang suasana.

Sesekali penari meneriakkan suara melengking. Denting besi dan dentum golok bertemu perisai membuat pertunjukan semakin mencekam.

Pertunjukan berhasil menyihir khalayak, membuat siapapun yang menyaksikan adegan serasa sedang berada di medan perang.

Adegan tersebut merupakan cuplikan sajian utama sekaligus adegan penutup tarian tradisional khas suku adat Dayak, Tari Perang Ulong Da’a.

Seni gerakan tradisional tersebut sangat terkenal di Kabupaten Malinau. Kesenian daerah tersebut diperankan oleh pegiat kesenian daerah, Sanggar Seni Dayak lengilo’ Ulong Da’a Malinau.

Tari Perang Ulong Da’a merupakan warisan budaya leluhur masyarakat adat Dayak yang mendiami dataran tinggi Borneo.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved