Breaking News:

Pemerintah Kota Balikpapan Terapkan UHC Plus, Peserta JKN-KIS Dapatkan Layanan Digital

Terhitung mulai 1 Oktober 2021, sebanyak 139.055 penduduk Kota Balikpapan didaftarkan pemerintah daerah menjadi peserta penduduk pada program Jaminan

Editor: Diah Anggraeni
HO/BPJS Kesehatan
Program pengelolaan jaminan kesehatan nasional bagi masyarakat menjadi prioritas Pemerintah Kota Balikpapan. Hal ini untuk mencapai Universal Health Coverage di Kota Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Terhitung mulai 1 Oktober 2021, sebanyak 139.055 penduduk Kota Balikpapan didaftarkan pemerintah daerah menjadi peserta penduduk pada program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

Dalam konferensi persnya, Wali Kota Rahmad Mas'ud telah menetapkan program pengelolaan jaminan kesehatan nasional bagi masyarakat menjadi prioritas bagi Pemerintah Kota Balikpapan.

Hal ini sebagai upaya untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC) di Kota Balikpapan.

Baca juga: BPJS Kesehatan Gratis di Balikpapan Mulai Hari Ini, Pemkot Bentuk Tim Monitoring

Dalam penerapannya, Walikota Balikpapan akan menerapkan layanan kesehatan secara digital yang disebut UHC Plus.

Layanan digital itu seperti antrean online, konsultasi dokter online, ketersediaan bed di rumah sakit secara online dan berbagai layanan kesehatan lainnya.

Maka dari itu, dirinya meminta dinas terkait, fasilitas kesehatan dan juga BPJS Kesehatan untuk bersama-sama mengimplementasi pelayanan tersebut.

"Tentunya pendaftaran jaminan kesehatan kelas tiga ini bukan sampai dengan tiga bulan saja atau sampai dengan akhir tahun ini saja ya. Akan tetapi selama saya menjabat, program ini akan terus berjalan. Selain itu, bagi peserta JKN-KIS kelas 3 yang didaftarkan dan memiliki tunggakan tetap dapat mendapatkan hak layanan kesehatan tanpa adanya batasan. Namun tunggakan iurannya tetap menjadi kewajiban peserta masing-masing. Saya juga meminta bantuan kepada dinas terkait, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan untuk menerapkan layanan kesehatan secara digital kepada masyarakat," ujar Rahmad Mas'ud, Senin (27/9/2021).

Sebagai informasi, segmen peserta yang didaftarkan antara lain segmen penduduk yang didaftarkan pemerintah daerah yang sudah terdaftar sebelumnya sebanyak 19.240 jiwa, peserta bukan penerima upah (PBPU) aktif di kelas 3 sebanyak 59.336 jiwa, segmen PBPU kelas 3 yang tidak aktif karena menunggak sebanyak 35.194 jiwa, dan penduduk Kota Balikpapan yang belum memiliki jaminan kesehatan sebanyak 25.285 jiwa.

Baca juga: Lakukan 4 Hal Ini Hak BPJS Kesehatan Gratis di Balikpapan Bisa Dicabut

Selain itu, Pemerintah Kota akan menyediakan kanal pendaftaran melalui masing-masing kelurahan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sementara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan, Sugiyanto menyambut baik komitmen ini.

Dengan adanya UHC Plus ini, dirinya bersama dinas terkait dan fasilitas kesehatan akan mengakomodasi peningkatan pelayanan kepada peserta JKN-KIS dengan layanan digital.

"Kami sangat menyambut baik dengan adanya komitmen dari bapak Walikota Balikpapan yang telah mendaftarkan warganya ke segmen penduduk yang didaftarkan pemerintah daerah pada program JKN-KIS. Tentunya peningkatan pelayanan kesehatan secara digital akan kami akomodasi. Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan fasilitas kesehatan untuk menerapkan layanan kesehatan secara digital. Layanan kesehatan secara digital seperti antrean online, konsultasi dokter online, ketersediaan bed di rumah sakit secara online dan berbagai layanan kesehatan lainnya dapat diakses oleh peserta JKN-KIS melalui aplikasi Mobile JKN. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota Balikpapan beserta jajarannya atas komitmen yang diberikan. Kami juga berharap, program ini dapat terus berkesinambungan serta bermanfaat khususnya bagi peserta JKN-KIS," ujar Sugiyanto.

Baca juga: CARA Cek Peserta BPJS Kesehatan Kelas Tiga Gratis di Balikpapan

Sugiyanto juga menginformasikan kepada masyarakat Kota Balikpapan yang ingin mengetahui perubahan segmen kepesertaan program JKN-KIS menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibayarkan oleh Pemeritah Kota Balikpapan.

Masyarakat cukup mengakses aplikasi Mobile JKN yang dapat diunduh di Play Store maupun App Store.

Bagi masyarakat yang tidak termasuk dalam jaminan oleh Pemerintah Kota Balikpapan dapat menghubungi kelurahan setempat. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved