Berita Tarakan Terkini
Lahan Persawahan di Tarakan Terbatas, Pernah Panen Tembus 6 Ton Lebih
Tercatat selama 2021, Kota Tarakan sudah melaksanakan panen padi sebanyak dua kali di Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Tercatat selama 2021, Kota Tarakan sudah melaksanakan panen padi sebanyak dua kali di Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, yang dilaksanakan Kelompok Tani Serumpun Satu.
Dibeberkan oleh Husna Ersant Dirgantara, Kepala Bidang Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Kota Tarakan, pada panen pertama sebanyak 3,9 ton gabah kering dihasilkan.
Kata dia, kemarin pakai metode hazton, dengan daya tanam, satu lubang bisa sampai 25 rumpun.
"Padahal biasanya hanya 4-5 rumpun dalam satu lubang. Dan ini percontohan,” ujar Ersant.
Baca juga: Program Makmur Pupuk Kaltim Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Berhasil hingga 145 Persen
Baca juga: KPwBI Kaltara Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian hingga 5 Ton/Ha Melalui Metode Hazton
Baca juga: Astra Kreatif: PT WKP Beri Bantuan Holtikultura & Perlengkapan Pertanian kepada Kelompok Tani
Panen kedua menghasilkan sekitar 6,8 ton padi menggunakan metode hazton di lokasi sama, Serumpun Satu Mamburungan.
Jadi memang di sana cocok untuk lahan pertanian. Terhitung Tarakan dua kali panen sudah padi.
Kota Tarakan sendiri setahun hanya dua kali panen saran dari pihak kementerian.
"Dan cuaca tidak memungkinkan tiga kali panen dalam setahun," ujarnya.
Ia melanjutkan, adapun setelah dipanen, hanya untuk konsumsi pribadi.
Karena memang hasilnya masih kurang.
“Dipanen di lahan satu hektare saja,” lanjutnya.
Total luasan lahan persawahan di Tarakan yang mumpuni hanya 10 hektare yang produktif.
Dengan luasan itu dinilai masih kurang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pangan di Tarakan.
“Luasan baku padi sawah hanya 10, 2 hektare. Kecil sekali. Untuk pribadi saja itu,” jelasnya.
Ia menambahkan, demplot padi metode hazton sebelumnya sudah ada bantuan bibit kemudian pupuk, pestisida dari pihak BI dan Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian.
“Kalau dari dinas berikan bantuan mesin perontok padi. Sudah ada dua kelompok yang dapat. Serumpun Satu dan Mapan Sejahtera,” ujarnya.
Baca juga: Pemkab Kukar ke Lokasi Rencana Pendirian Akademi Pertanian di Desa Mulawarman
Adapun anggaran berasal dari APBN dan sudah diserahkan tahun 2020 lalu.
Lebih jauh ia mengulas produksi padi setiap tahun hanya bisa dilaksanakan dua kali.
Dia menjelaskan, usia tanam padi tiga bulan. Kota Tarakan bisa hanya lahan terbatas.
"Kalau kontur tanah mendukung saja. Selain soal lahan juga minat warga yang ingin menjadi petani,” ujarnya.
Belum lama ini ada warga yang memiliki lahan dan ingin menyulap lahannya di Kelurahan Juata Laut seluas 50 hektare untuk ditanami padi.
Baca juga: Food Estate di Bulungan tak Berjalan Maksimal, Dinas Pertanian Kaltara Beberkan Penyebabnya
Namun agak kesulitan cari petaninya. Dia punya lahan. Tapi tidak ada petaninya.
Kalau menanam padi harus telaten. Belum peralatan, perawatanya, serangan hama, jamur, belalang.
"Itu yang mungkin membuat kurang peminatnya,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/mamburungan-tarakan.jpg)