Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Perkembangan Investasi di Kalimantan Utara, Sempat Terkontraksi

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara, membeberkan perkembangan investasi di Provinsi Kalimantan Utara

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAMI
Kepala KPwBI Provinsi Kaltara, Tedy Arif Budiman, Penanaman Modal Dalam Negeri terus menunjukkan tren peningkatan baik untuk sektor primer, sekunder dan tersier, Jumat (22/10/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara, membeberkan perkembangan investasi di Provinsi Kalimantan Utara.

Demikian disampaikan Kepala KPwBI Provinsi Kaltara, Tedy Arif Budiman, saat menjadi salah seorang pembicara dalam webinar nasional bertema “Forum Bisnis: 9 Peluang Investasi di Kaltara” dalam rangka HUT ke-9 Provinsi Kalimantan Utara yang digelar TribunKaltara.com, Kamis (21/10/2021).

Dibeberkan olehnya, berdasarkan data dari BKPM, hingga triwulan II 2021, Kalimantan Utara tercatat mendapatkan investasi sebesar Rp 1,76 triliun atau secara tahunan terkontraksi 9,20 persen.

Meskipun mengalami kontraksi, lanjut Tedy, nilai investasi tersebut merupakan yang tertinggi sejak triwulan II 2020 lalu.

Baca juga: Melihat Posisi Ekonomi Kalimantan Utara dalam Penanaman Modal Asing dan Dalam Negeri

Baca juga: Menginjak Usia 9 Tahun, Pemprov Beber Peluang Investasi di Kaltara

Baca juga: Berada di Wilayah Perbatasan, Kemenko Perekonomian Beber Peluang Investasi di Kaltara

Saat itu Kalimantan Utara mendapatkan investasi sebesar Rp 1,90 triliun.

Secara parsial lanjutnya, Penanaman Modal Asing (PMA) masih tercatat mengalami peningkatan dengan realisasi sebesar USD 100,4 juta atau tumbuh 109,7 persen years on years (yoy).

Sementara itu, dari sisi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN ) tercatat sebesar Rp 266,4 miliar atau terkontraksi 78,3 persen, year on year.

“Jika dibandingkan pada triwulan sebelumnya, realisasi investasi di Kalimantan Utara adalah Rp 1,08 triliun atau tumbuh 106,3 persen,” bebernya.

Baca juga: Dorong Investasi di Daerah, Wabup Paser Dukung Kemajuan Kaltim dalam Peningkatan Ekonomi

Adapun hal yang menyebabkan tingginya pertumbuhan PMTB Kaltara pada triwulan I dan terkontraksi di triwulan II 2021.

Di antaranya adalah faktor base effect dimana realisasi pada tahun 2020 yang relatif rendah pada triwulan I 2020.

“Sedangkan pada triwulan II 2020 justru mencapai angka tertingginya dalam 3 tahun terakhir,” ungkap Tedy yang turut menjadi pembicara di webinar nasional bertema “Forum Bisnis: 9 Peluang Investasi di Kaltara” dalam rangka HUT ke-9 Provinsi Kalimantan Utara.

Kemudian ia kembali melanjutkan, untuk kebutuhan PMTB, untuk dapat kembali tumbuh pada rentang 6 sampai 7 persen seperti keadaan sebelum pandemi Covid-19.

Baca juga: Investasi Besar di Kalimantan Utara Diharapkan Ada Transfer Pengetahuan

Dalam rentang 5 sampai 7 tahun mendatang, setidaknya Kalimantan Utara perlu untuk mengkompensasi rendahnya capaian realisasi PMTB pada periode pandemi 2020-2021 ini, di masa mendatang.

Dalam lima tahun terakhir, lanjut Tedy, PMDN terus menunjukkan tren peningkatan baik untuk sektor primer, sekunder dan tersier.

Dari sektor primer, lapangan usaha pertambangan merupakan salah satu yang menunjukkan tren peningkatan cukup signifikan. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved