Kabar Artis

Marshanda Blak-blakan Soal Gangguan Bipolar dan Hal yang Buat Hidupnya Semangat

Artis Marshanda blak-blakan soal penyakit mental yang telah lama dideritanya, yakni bipolar.

@heyalexaaplay dari Instagram @marshanda99
Terbuka soal kesehatan mental dan kondisi tubuhnya, Marshanda jalani terapi Ketamine di Amerika. 

TRIBUNKALTIM.CO - Artis Marshanda blak-blakan soal penyakit mental yang telah lama dideritanya.

Memulai karir dari umur 8 tahun, Marshanda merupakan salah satu aktris sekaligus penyanyi Indonesia yang tidak ragu menunjukkan dirinya secara terbuka kepada media.

Beberapa waktu lalu, Marshanda menceritakan pengalamannya berobat di Amerika Serikat.

Baca juga: Kisah Marshanda yang Berdamai dengan Bipolar, Sosok Ini yang Selalu Mendukung Chacha

Baca juga: Berobat ke Amerika, Marshanda Ungkap Momen saat Belikan Oleh-oleh untuk Sienna & Istri Ben Kasyafani

Baca juga: Pergi ke Amerika untuk Berobat, Marshanda Belikan Oleh-oleh untuk Sienna dan istri Ben Kasyafani

Diketahui, Marshanda menjalani healing therapy di Amerika Serikat selama sebulan.

Terapi yang dijalani Marshanda tidak lain untuk mengatasi gangguan bipolar yang dideritanya.

Dituntut untuk selalu sempurna di industri hiburan Marshanda memilih untuk menerima kekurangannya dan menunjukkan kesempurnaan dengan cara yang berbeda.

Secara terbuka mengakui bahwa dirinya telah didiagnosa bipolar yang membuat pengidapnya perubahan emosi drastis.

Marshanda telah menginspirasi orang banyak yang tidak berani mengakui hal tersebut.

Kepada Vincent dan Desta di acara Tonights Premiere, Chacha mengaku sedang mengurangi konsumsi obat-obatan pengontrol emosinya dengan terapi ketamine yang ada di Amerika oleh dokter yang bertanggung jawab untuk menyeimbangkan emosinya.

Marshanda menyebut bahwa bipolar tidak dapat disembuhkan dan hanya bisa dikontrol oleh obat-obatan.

Tanpa adanya obat-obatan untuk mengontrol emosinya, mantan istri Ben Kasyafani ini mengaku bahwa dia dapat tidak tidur selama 2 minggu berturut turut dan banyak berbicara karena ketidak stabilan emosi yang dirasakannya.

Hal ini juga dapat dipengaruhi oleh olahraga.

Karena jika dirinya tidak olahraga, itu akan mempengaruhi control emosi yang dirasakannya menjadi lebih buruk di bandingkan saat tidak olahraga.

Olahraga dipandang oleh ibu satu anak itu sebagai kesehatan, bukan untuk menguruskan badan.

Mengaku memiliki support system yang mengerti dirinya dari sisi keluarga dan sahabat, menurut Marshanda hal itu didapatkannya karena komunikasi yang dilakukannya kepada kerabat terdekatnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved