Jumat, 17 April 2026

Berita Tana Tidung Terkini

Area Mangrove Desa Bebatu Tana Tidung Direncanakan jadi Wisata Alam

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, merencanakan pembangunan sektor wisata mangrove di Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir.

Penulis: Risnawati | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tana Tidung, Iwanto, menjabarkan, rencana pembangunan sektor wisata mangrove di Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara, Senin (25/10/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA TIDUNG - Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, merencanakan pembangunan sektor wisata mangrove di Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara

Hal itu ia sampaikan, seusai kunjungan Presiden Joko Widodo dalam penanaman mangrove di Desa Bebatu, Tana Tidung pada Selasa 19 Oktober 2021 lalu.

Menyoal rencana tersebut, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tana Tidung, Iwanto mengatakan, akan melaksanakan apa yang menjadi rencana Bupati Tana Tidung.

"Karena itu salah satu tujuan dari harapan beliau untuk pembangunan jangka menengahnya dia," ujarnya Senin (25/10/2021).

Baca juga: Dewan Pendidikan Tana Tidung Tanggapi Keluhan Mahasiswa soal Hasil Penetapan Beasiswa

Baca juga: Pelestarian Mangrove di Tana Tidung, jadi Tanggung Jawab Pemkab

Baca juga: Kunjungan ke Kaltara, Presiden Jokowi Tiba di Kabupaten Tana Tidung, Langsung ke Lokasi Mangrove

Dia menambahkan, selaian hutan mangrove di Bebatu, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung sudah memiliki hutan mangrove.

"Itu ekowisatanya sudah berjalan, yang sekarang masih dikelola desa. Iya dikelola desa, tapi kan masih skupnya kabupaten (Tana Tidung) juga," tambahnya

Lebih lanjut dia sampaikan, cukup banyak yang menjadi wisata unggulan di Tana Tidung.

Salah satunya adalah wisata alam Gunung Rian.

Baca juga: Kunjungan Presiden Jokowi, Ketua DPRD Tana Tidung: Ini Kado Spesial

"Dan kita juga mengharapkan ada desa wisata, sehubungan dengan itu tadi," lanjutnya.

Sementara itu, saat ditanya soal target pendapatan asli daerah atau PAD. Dia katakan, pihaknya belum bisa menentukan hal tersebut.

Iwanto juga menyampaikan, sampai saat ini pihaknya belum bisa bekerja secara maksimal.

Mengingat adanya beberapa kendala, salah satunya terkait lahan.

Baca juga: Realisasi DAK Fisik di Kaltara Baru 29,14 Persen, Penyaluran di Tana Tidung Terendah

Tapi mungkin nanti kalau ini sudah selesai semua, lahannya juga selesai semua.

"Mungkin kita bisa dongkrak (PAD) itu," katanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved