Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

Janji Gubernur Kaltara di Depan Wakil Ketua KPK, Sebut tak Akan Tunjuk Keluarganya Jadi Pejabat

Gubernur Kaltara Zainal Paliwang menyampaikan, bahwa dirinya tidak akan menunjuk anggota keluarganya sebagai pejabat di lingkungan Pemprov Kaltara

TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAM FAWDI
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron bersama Gubernur Kaltara Zainal Paliwang saat menyampaikan konferensi pers Rakor Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Pemda se-Kaltara dan Pemprov Kaltara di Gedung Gadis, Tanjung Selor, Senin (25/10/2021).TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAM FAWDI 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG SELOR- Gubernur Kaltara Zainal Paliwang menyampaikan, bahwa dirinya tidak akan menunjuk anggota keluarganya sebagai pejabat di lingkungan Pemprov Kaltara.

Menurut Gubernur Zainal Paliwang, Ia hanya akan memilih pejabat berdasarkan keahlian dan kompetensi yang dimilikinya.

Sehingga pemilihan pejabat nantinya tidak akan didasarkan pada hubungan kekerabatan.

Hal itu Ia sampaikan di hadapan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, dalam Rakor Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Pemda se-Kaltara dan Pemprov Kaltara di Gedung Gadis, Tanjung Selor, Senin (25/10/2021).

"Saya sudah sampaikan sejak awal, saya selaku Gubernuru di sini, tidak akan pernah mengajak keluarga saya untuk menduduki jabatan di sini," kata Gubernur Kaltara Zainal Paliwang.

Baca juga: Sambangi Kaltara, Nurul Ghufron Sebut KPK Punya Keterbatasan Wewenang Lakukan Pencegahan Korupsi

Baca juga: Masa Jabatan Sebagai Danlanud Tarakan Berakhir, Kolonel Pnb Somad Ungkap Kesan Saat Tugas di Kaltara

Baca juga: HUT Ke-9 Kaltara, Ketua DPRD Sebut Sebagai Momen Menghargai Pejuang

"Saya memilih jabatan berdasarkan kompetensi dan profresionalisme," tambahnya.

Tak hanya itu, Ia mengatakan, bila pemilihan jabatan di lingkup Pemprov Kaltara juga berdasarkan keahlian dan kompetensi yang dimiliki seseorang sesuai dengan jabatan yang diemban.

"Jadi tidak mungkin ahli pertambangan kita taruh di Rumah Sakit Umum, jadi sesuai dengan keahlian dan kompetensi orang tersebut," ujarnya.

Mendengar hal tersebut, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron memberikan apresiasi atas pilihan yang diambil Gubernur Kaltara.

Menurutnya, apa yang dilakukan Gubernur Kaltara ialah penerapan sistem meritokrasi atau merit system dimana jabatan seseorang diemban berdasarkan seleksi akan kompetensi yang dimiliki.

Baca juga: HUT Ke-9 Kaltara, Gubernur Zainal Paliwang Janjikan Perubahan

Ia menilai, penerapan merit system nantinya juga mampu menghilangkan praktek dinasti politik di daerah.

"Kami mendukung semangatnya Pak Gubernur untuk menghilangkan politik dinasti," kata Nurul Ghufron.

"Beliau ingin menerapkan prinsip merit system, jadi merit system ada tiga hal, integritas, kompetensi dan ketersediaan, kalau itu diterapkan itu nanti akan tepat pada kompetensi dan integritasnya," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved