Virus Corona di Paser
DPRD Paser Bakal Tinjau Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah-sekolah
Hingga kini, pembelajaran tatap muka terbatas di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, kini sudah mulai dilaksanakan.
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Hingga kini, pembelajaran tatap muka terbatas di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, kini sudah mulai dilaksanakan meski masih ada pandemi Virus Corona.
Tercatat 16 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang telah mendapat rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser pada Kamis (28/10/2021).
Meski demikian, Anggota Komisi II DPRD Paser, Abdul Aziz mengingatkan setiap sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka agar tidak lalai.
Khususnya untuk guru atau tenaga pengajar di sekolah.
Baca juga: Alumni Akabri 1990 Kaltim Bagi hingga 9000 Dosis untuk Sambut Pembelajaran Tatap Muka
Baca juga: Sumpah Pemuda 2021 di Paser, Pemkab Bakal Gelar Kewirausahaan hingga Jambore
Baca juga: Jadwal Pembelajaran Tatap Muka Tingkat SD di Nunukan, Sekolah Persiapkan Prokes
"Harus benar-benar memperhatikan penerapan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, jangan sampai pihak sekolah maupun murid terlena," katanya kepada TribunKaltim.co.
Walaupun pembelajaran tatap muka sudah dilaksanakan, namun Komisi II DPRD Paser belum melakukan peninjauan ke lapangan.
Hal ini guna melihat secara langsung bagaimana penerapan belajar-mengajar di sekolah di masa pandemi Covid-19.
"Kami dari Komisi II memang sudah ada rencana untuk melihat penerapannya di sekolah, apakah telah berjalan sesuai harapan dengan proses yang harus diterapkan," tambahnya.
Rencananya peninjauan tersebut akan terlebih dahulu dimasukkan di Badan Musyawarah (Banmus) untuk menjadi kegiatan komisi II dalam melakukan kunjungan ke setiap Sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka di Paser.
Baca juga: Ahli Waris Korban Meninggal Covid-19 Bakal Dapat Santunan, Dinsos Paser Lakukan Verifikasi Berkas
Andai kata ada temuan dilapangan dimana Prokes tidak dilakukan dan terkesan dibiarkan, terlebih jika ada yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Dia belum dapat menjamin, apakah pembelajaran tatap muka terbatas tetap berlanjut atau di hentikan.
"Kalau memang sekiranya membahayakan, dan ada kasus positif Covid-19 di sekolah, kami sharing dulu dengan pemerintah daerah ataupun organisasi perangkat daerah terkait," jelas Aziz.
Disis lain, Ketua Komisi II DPRD Paser Ikhwan Antasari berharap pembelajaran tatap muka juga dapat segera di buka di tingkat PAUD, TK dan SD mengingat ada beberapa wilayah di Paser yang sudah berada di zona hijau.
"Kami harap semuanya di buka saja, terutama yang di ujung-ujung Desa sekolahnya. Namu tetap harus mematuhi peraturan yang telah di edarkan di SKB 4 Menteri," ucapnya.
Meskipun saat ini kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 di Paser sudah sangat menurun, jangan sampai para masyarakat terutama orang tua murid tidak menerapkan Prokes kepada anak-anak yang telah melakukan pembelajaran tatap muka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tatap-muka-scra-terbatas-di-tana-grogot.jpg)