Kamis, 23 April 2026

Berita Kaltim Terkini

Kesuksesan Industri Hulu Migas, Berefek Ganda Bagi Pendapatan Daerah, UMKM Berkembang

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama.

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
HO/SKK MIGAS
Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Erwin Suryadi memberikan penghargaan kepada industri penunjang dan industri dalam negeri. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus mendorong peningkatan peran industri penunjang jasa dan barang dalam negeri.

Khususnya pada seluruh pelaksanaan industri hulu migas demi terciptanya efek berganda atau multiplier effect bagi perekonomian nasional dan daerah.

Sektor hulu migas memberikan dampak positif bagi pundi-pundi pemerintah daerah dengan adanya kewajiban untuk memilih perusahaan daerah di wilayah hulu migas berada dalam pengadaan barang atau jasa senilai US$1 juta.

Bagi daerah, kehadiran industri hulu migas tidak hanya memberikan dampak positif pada pendapatan pemerintah daerah melalui dana bagi hasil migas dan participating interest.

Baca juga: SKK Migas Beber TKDN Hulu Migas jadi Lokomotif Ekonomi Nasional

Baca juga: Wakil Kepala SKK Migas Tinjau Operasional Kalimantan Sulawesi, Suntik Pemenuhan Insentif ke KKKS

Baca juga: Tiga Truk Pengetap Solar Diamankan saat Antre BBM di Samarinda, Modus Tangki Dimodifikasi Ganda

Tetapi juga pada masyarakat melalui dampak tak langsung atas beroperasinya suatu wilayah kerja migas.

Kehadiran industri hulu migas terus mendorong perkembangan industri penunjang lainnya yang juga mengakibatkan usaha kecil, miro, menengah (UMKM) ikut berkembang.

Di tahun 2020, kontribusi hulu migas pada penerimaan negara mencapai Rp 122 triliun atau 144 persen dari target APBN-P 2020.

Pihak SKK Migas terus berupaya meningkatkan kontribusi penerimaan negara di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: PHKT dan SKK Migas Beri Bantuan untuk Insan Pers, Visnu: Bersama Media Kita Besarkan Dunia Migas

Hingga kuartal tiga 2021, realisasi penerimaan negara dari sektor hulu migas mencapai USD9,53 miliar atau melebih target tahun ini sebesar USD7,28 miliar.

Penerimaan negara dari sektor hulu migas hingga akhir 2021 diperkirakan mencapai USD11,7 miliar.

Sementara itu, investasi di hulu migas juga meningkat seiring dengan membaiknya harga minyak dunia dan mulai bergeraknya perekonomian nasional, saat ini nilai investasi di hulu migas telah mencapai USD7,9 miliar.

SKK Migas memperkirakan angka investasi yang digelontorkan KKKS terkait dengan target produksi nasional sebesar 1 juta barel per hari minyak.

Lalu pendapat di sektor gas juga tak kalah tinggi. Diperkirakan tahun 2020 produksi gas mencapai 12 BSCFD gas dengan capaian USD187 miliar.

Tingginya angka investasi seiring dengan peningkatan produksi tersebut, maka kegiatan sektor hulu akan meningkat tajam.

Sekaligus diikuti dengan diperlukannya kehadiran industri jasa dan barang sebagai penunjang.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved