Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

SKK Migas Beber TKDN Hulu Migas jadi Lokomotif Ekonomi Nasional

Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) saat ini masih menjadi primadona khususnya di Kalimantan Timur

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
HO/SKK MIGAS
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menjadi narasumber Forum Kapasitas Nasional 2021. Ia menyebut sektor migas tidak hanya memberikan kontribusi dalam bentuk penerimaan negara secara langsung. Bahkan industri hulu migas turut berperan berperan dalam menciptakan dampak berganda dengan menggerakkan sektor industri/jasa lainnya. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) saat ini masih menjadi primadona khususnya di Kalimantan Timur (Kaltim) sendiri.

Bahkan industri migas saat ini masih menjadi lokomotif perekomian nasional.

Kondisi tersebut baik kontribusinya pada penerimaan negara maupun dalam menciptakan multiplier effect (efek berganda) pada pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan.

Bahkan penerimaan negara mengalami pertumbuhan yang luar biasa menyusul naiknya harga minyak dan efisiensi dalam operasi migas.

Baca juga: PHKT dan SKK Migas Beri Bantuan Insan Pers Kota Balikpapan, Bentuk Kependulian di Masa Pandemi

Baca juga: SKK Migas dan KKKS Sebut Efek Migas di Hulu Berdampak Efek Ganda di Kaltim

Baca juga: Produksi Migas PHM Melampaui Target, SKK Migas Kunker dan Tinjau Vaksinasi di Wilayah Operasi

Pada bulan September, tercatat realisasi penerimaan negara dari sektor hulu migas mencapai USD9,53 miliar.

Hal tersebut mencapai 131 persen pencapaian melebihi target tahun ini sebesar USD7,28 miliar.

Berdasarkan nilai tersebut, Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan sektor migas tidak hanya memberikan kontribusi dalam bentuk penerimaan negara secara langsung.

Bahkan industri hulu migas turut berperan berperan dalam menciptakan dampak berganda dengan menggerakkan sektor industri/jasa lainnya.

Baca juga: SKK Migas Serahkan 60 Ton Oksigen Medis ke Pemprov Kaltim, Bantu RS yang Merawat Pasien Covid-19

Seperti penyerapan tenaga kerja dan pengembangan ekonomi lokal.

Terkait dengan pengembangan industri nasional, SKK Migas telah berhasil mencapai angka Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 58 persen pada pembelanjaan barang/jasa hulu migas per September 2021.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved