Breaking News:

Berita Kukar Terkini

Gelar Festival Adat Pedalaman Suku Dayak di Kukar, Dispar Kenalkan Budaya untuk Memikat Wisatawan

Tidak banyak yang tahu Suku Dayak ternyata ada juga di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Penari Dayak tampil di acara Festival Adat Pedalaman Suku Dayak di Kukar, Kaltim, Sabtu (30/10/2021). TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Tidak banyak yang tahu Suku Dayak ternyata ada juga di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.

Dan hari ini pegelaran bertemakan Festival Adat Suku Dayak Pedalaman diselenggarakan.

Suku Dayak sendiri ada beberapa di Kukar dan agar lebih dikenal luas, Dinas Pariwisata (Dispar) menggelar Festival Adat Pedalaman Suku Dayak secara virtual pada Sabtu (30/10/2021).

Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dispar Kukar David Haka menjelaskan, festival adat ini baru pertama kali digelar.

Memang sebelumnya sering ditampilkan di acara Erau dalam bentuk tari-tarian. 

Baca juga: Tari Perang Ulong Da’a, Simbol Penghormatan Suku Dayak Sambut Pejuang Menang dari Medan Tempur

Baca juga: Gelisah Eksistensi Budaya Suku Dayak Lundayeh, Dorma Kisu Koleksi Kerajinan Tangan Warga Lokal

Baca juga: Menengok Desa Wisata Lekaq Kidau di Sebulu Kukar, Lihat Langsung Kehidupan Warga Suku Dayak Kenyah

"Kalau festival ini lengkap, mulai dari tari-tarian, ritual, pakaian adat tiap suku dan termasuk acara pernikahan. Karena ada siaran tappingnya juga diputar," ujar David Haka.

Sementara hanya tiga Suku Dayak yang tampil pada festival kali ini, yaitu Tunjung, Kenyah, dan Benuaq.

Tiga suku ini berasal dari Kecamatan Tenggarong, Loa Kulu, Loa Janan dan Sebulu di Kukar.

David Haka juga mengatakan, nantinya akan ada Suku Dayak yang lain ditampilkan. 

Pasalnya, di Kukar ada juga Suku Dayak Bahau, Modang maupun sub suku lainnya, dari segi budaya, bahasa dan tradisinya juga berbeda-beda.

Kegiatan yang digelar hanya sehari ini disiarkan juga secara virtual di kanal YouTube Visiting Kutai Kartanegara milik Dispar Kukar.

Ke depannya ajang semacam ini akan tetap berlanjut, baik itu secara offline maupun online.

Baca juga: Hadiri Apel Hari Jadi Bulungan, Wabup Ingkong Ala Kenakan Bluko khas Dayak, Warisan Zaman Belanda

"Mudah-mudahan tahun 2022 mendatang, bisa offline biar orang-orang (wisatawan) datang ramai ke acara festival ini, supaya berdampak pada event ini," ucap David Haka. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved