Berita Tarakan Terkini
Mensos Risma di Tarakan, Harapkan Peran Aktif Pemda, Minta UPT Respons Cepat Persoalan Sosial
Untuk memastikan kelompok rentan yang berhak menerima bantuan namun belum terjangkau, Mensos Tri Rismaharini mendorong peran aktif dan insiatif pemda
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Untuk memastikan kelompok rentan yang berhak menerima bantuan namun belum terjangkau, Mensos Tri Rismaharini mendorong peran aktif dan insiatif pemda.
Kementerian Sosial memastikan kelompok rentan di wilayah Kota Tarakan, Kalimantan Utara dapat mengakses program-program Kementerian Sosial, salah satunya program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi).
“Saya mohon pemerintah daerah menyampaikan data kelompok rentan tersebut. Pemerintah daerah yang paling memahami dan mengetahui kondisi warganya. Secepatnya bila data masuk, Kemensos akan memberikan layanan,” katanya.
Melalui Program Atensi, Kemensos menyerahkan bantuan senilai Rp 764.375.000 kepada kelompok rentan, yakni anak, penyandang disabilitas dan lanjut usia.
Menteri Sosial Tri Rismaharini menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah serta masyarakat dalam meringankan beban mereka, khususnya yang terdampak pandemi.
Baca juga: Pemkot Tarakan Siap Ikuti Instruksi Kemenkes, Terapkan Tarif PCR Rp 300 Ribu
Baca juga: Sempat Tertunda Tiga Bulan, 1.627 KPM di Tarakan Terima Bantuan Sosial BNPT Hari Ini
Baca juga: Mensos Serahkan Bantuan ATENSI, Rp 764,3 Juta Dialokasikan untuk 334 Warga Tarakan
“Ini tugas kita melayani kelompok rentan dengan layanan rehabilitasi sosial. Jika penerima manfaat itu jauh rumahnya, akan kita salurkan langsung ke kediamannya,” kata Mensos Risma.
Bantuan ATENSI diberikan setelah sebelumnya dilakukan asesmen terhadap kebutuhan penerima manfaat. Bantuan diberikan dalam bentuk buku tabungan untuk 26 anak yatim, piatu dan yatim piatu, bantuan kewirausahaan untuk 80 orang, bantuan aksesibilitas untuk 21 orang dan bantuan kebutuhan dasar untuk 207 orang.
Kelompok rentan mendapatkan beban paling berat selama pandemi Covid-19. Oleh karenanya, Kemensos konsern mengurangi beban hidup mereka dengan menyelenggarakan layanan, termasuk dengan bantuan Atensi.
Untuk menjaga keberlanjutan dan memastikan jangkauan layanan berjalan di seluruh pelosok Tanah Air, Mensos menekankan kepada semua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial untuk menjalankan multi layanan.
Yaitu menyelenggarakan semua layanan rehabilitasi sosial yakni penanganan anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, korban penyalahgunaan Napza serta tuna sosial dan korban perdagangan orang. Melalui pendekatan multilayanan,
Baca juga: Beri Semangat dan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Tarakan, Ketua PKK Kaltara Sambangi Pengungsi
Mensos ingin Kemensos merespons cepat berbagai permasalahan sosial.
“Kami akan merespons cepat berbagai permasalahan sosial dan memberikan bantuan berdasarkan hasil asesmen dari pilar-pilar sosial di masyarakat, seperti pendamping rehsos,” katanya.
Di tengah tekanan pandemi, Mensos berpesan kepada penerima bantuan untuk terus opitimis. “Jangan pernah putus asa walau kita ada kekurangan. Dengan kekurangan itu kita berpikir. Orang lain bisa, kita juga pasti bisa,” kata Mensos.
M Ridho Ridwansyah, penerima bantuan ATENSI anak yang duduk di kelas 1 SMA di Kota Tarakan senang menerima dukungan dari pemerintah.
“Saya bersyukur, ini dukungan kepada saya untuk tetap semangat sekolah. Saya ingin mewujudkan permintaan almarhum bapak yang terakhir, yaitu bapak ingin saya jadi polisi,” katanya.
Baca juga: Siap Sambut Mensos Tri Rismaharini, Pemkot Tarakan Gelar Persiapan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/risma-beri-motivasi-anak-anak-yatim-piatu.jpg)