Rabu, 15 April 2026

Berita Nasional Terkini

Partai Solidaritas Indonesia Menilai, Greenpeace Seharusnya Mengedepankan Kolaborasi

Partai Solidaritas Indonesia atau PSI angkat bicara terkait kritik keras Greenpeace terhadap pidato Presiden Joko Widodo

Editor: Budi Susilo
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Ilustrasi Partai Solidaritas Indonesia. PSI angkat bicara terkait kritik keras Greenpeace terhadap pidato Presiden Joko Widodo di COP 26 Glasgow. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia atau PSI angkat bicara terkait kritik keras Greenpeace terhadap pidato Presiden Joko Widodo di COP 26 Glasgow.

Juru Bicara PSI bidang Lingkungan Hidup, Mikhail Gorbachev Dom menilai, Greenpeace seharusnya mengedepankan kolaborasi.

"Sebaiknya kawan-kawan di Greenpeace duduk bersama KLHK dan bicara soal data, bukannya perang opini yang membuat rakyat Indonesia bingung," kata Gorba, dalam keterangan tertulis, Kamis (4/11/2021).

Gorba mengatakan Greenpeace bersikap berbeda ke negara maju dan negara berkembang.

Baca juga: Plt Ketum Partai Solidaritas Indonesia Giring Ganesha Berkunjung ke Tenggarong, Ini Tujuannya

Baca juga: Melawan Pemanasan Global, Sekolah Negeri di Tenggarong Ini Terapkan Satu Pelajar Menanam Pohon

Baca juga: Terancam Pemanasan Global, The Nature Conservancy Bahas Hutan dan Air

Menurutnya, Greenpeace sebagai NGO Internasional seharusnya lebih berimbang bersikap kepada semua negara di dunia.

Jangan lembek kepada negara maju yang menghasilkan lebih dari 50 persen emisi karbon dunia dan malah keras ke negara berkembang seperti Indonesia.

"Yang hanya menyumbang 1,7 persen emisi karbon dunia," ujar mahasiswa Doktoral Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia itu.

Gorba menjelaskan, apa yang dilakukan Greenpeace malah kontra produktif dengan usaha penyelamatan lingkungan hidup yang harus melibatkan semua pihak.

Baca juga: Hasil Survei, Partai Solidaritas Indonesia Berpeluang Jadi Kuda Hitam di Pemilu

Gaya komunikasi Greenpeace yang arogan malah memperlebar jurang kolaborasi pemerintah dan masyarakat sipil.

Padahal ke depan butuh seluruh elemen untuk berjejaring dan berkolaborasi.

"Saran saya Greenpeace jangan membawa gaya advokasi luar negeri ke Indonesia, advokasi mereka harus lebih membumi jika ingin menyelamatkan bumi Indonesia," kata Gorba.

Baca juga: Pesantren Itu Modal Kultural, Partai Solidaritas Indonesia Sebut Sudah Selayaknya Pemerintah Bantu

Ditambah lagi Indonesia, menurut Gorba, sudah sangat paham posisinya dalam usaha dunia menghadapi Krisis Iklim.

"Indonesia ini sudah sangat paham posisi kita sebagai paru paru dunia, karena itu Indonesia bergerak lebih ke sektor kehutanan," katanya.

Jika ada perbedaan data sebaiknya dibicarakan saja dengan KLHK, jangan beropini yang seakan Indonesia tidak berbuat apa-apa.

"Nyatanya usaha kita sudah setara dengan usaha Australia, Amerika, Jepang dan China, walau target kita sebenarnya di bawah negara maju tersebut. Ini kan patut diapresiasi," ujarnya.

Baca juga: William Aditya Sarana Partai Solidaritas Indonesia Resmi Kena Sanksi BK DPRD, Begini Efek Buruknya

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved