Senin, 11 Mei 2026

Virus Corona di Tarakan

Masuk Kantor Wajib Scan Barcode, KPwBI Kaltara Jadi Pilot Project Terapkan Aplikasi Peduli Lindungi

Dalam upaya mendukung pemerintah dalam hal menekan penyebaran Covid-19, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara terhitung sejak awal Oktober

Tayang:
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Aktivitas skrining pegawai dan tamu undangan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sebelum memasuki pintu masuk KPwBI Provinsi Kaltara. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

Ini, lanjut Teddy, nantinya akan menjadi new normal atau pembiasaan di seluruh perkantoran. Melihat di Jakarta, sebagian perkantoran, mal dan masjid sudah menggunakan, begitu juga di bandara dan pelabuhan.

“Jadi seluruh fasilitas umum yang punya potensi kerumunan massa wajib melakukan scan. Tujuannya memberikan kenyamanan pada pengunjung di suatu area. Ke depannya tidak menutup kemungkinan Tarakan juga demikian,” jelasnya.

Ia mengatakan, dalam penerapan tersebut juga diterapkan batas kapasitas maksimal dalam kantor BI. Ini sebagai upaya menekan pergerakan atau mobilitas orang-orang dalam ruangan.

“Sebelum mengeluarkan barcode, Kemenkes meminta data jumlah pekerja, ruangan dan lainnya. Setiap check in check out dipantau terintegrasi ke pusat dan Kemenkes,” jelasnya.

Bahkan jika ada acara dipusatkan di Kantor BI bisa diketahui berapa jumlah pengunjung yang masuk ke dalam kantor.

“Ini online bisa dipantau karena melalui satu pintu check in. Kami punya kewajiban menjaga jumlah orang dalam satu ruangan. Misalnya katakanlah 50 orang diperbolehkan, maka harus menunggu yang lain keluar jika ada yang ingin masuk,” ujarnya.

Artinya dalam hal ini penerapan social distancing. Aplikasi Peduli Lindungi sendiri saat ini sudah diterapkan di Bandara Juwata Kota Tarakan.

Dan KPwBI Provinsi Kaltara menjadi salah satu kantor pertama yang menerapkan aplikasi Peduli Lindungi tersebut.

Ke depannya, lanjut Teddy, kemungkinan akan banyak mendaftarkan diri ke Kemenkes untuk penerapan aplikasi Peduli Lindungi ini.

“Cuma di Kaltara masih banyak belum mengetahui,” ujarnya.

Sehingga dalam hal ini KPwBI Kaltara ingin menjadi pilot project atau percontohan bagi perkantoran dalam hal penerapan aplikasi Peduli Lindungi.

“Bandara Juwata sudah lebih duluan menggunakan. Kalau untuk perkantoran, saya belum berani katakana KPwBI Kaltara yang pertama kali menerapkan aplikasi ini. Mungkin sudah ada perkantoran lain. Namun jika memang belum ada, syukur jika memang kami bisa dijadikan percontohan alhamdulillah,” bebernya.

Karena, lanjutnya, bagaimana pun ini adalah program pemerintah pusat dan BI dalam hal ini ikut berkontribusi melaksanakan membantu menyukseskan program ini.

“Mungkin akan diikuti dengan yang lain alhamdulillah. Karena ini untuk kesehatan bersama. Dan saya berharap memang Kaltara khusus Tarakan, level PPKM bisa turun lagi sehingga geliat ekonomi bisa berjalan,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved