Berita Kaltara Terkini
Kisah Iptu Nanang, Polisi Nunukan yang Pernah Hadapi Bom Poso hingga Jaga Perbatasan
Dari ledakan bom Poso hingga menjaga pelabuhan Nunukan, perjalanan Iptu Nanang penuh pengabdian
Ringkasan Berita:
- Iptu Nanang Kusmanto pernah bertugas di tengah konflik Poso dan selamat dari ledakan bom Tentena.
- Kini ia menjabat Wakapolsek KSKP Nunukan dan menjaga keamanan pelabuhan perbatasan Indonesia-Malaysia.
- Pengabdiannya diwarnai berbagai tugas ekstrem, termasuk berjalan kaki 12 jam demi pengamanan TPS terpencil.
TRIBUNKALTIM.CO - Perjalanan hidup Iptu Nanang Kusmanto bukan sekadar kisah seorang polisi biasa. Di balik seragam yang dikenakannya, tersimpan pengalaman panjang menghadapi konflik berdarah hingga menjaga keamanan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Wakapolsek KSKP Nunukan itu pernah berada di tengah situasi paling mencekam saat konflik horizontal di Poso, Sulawesi Tengah, memuncak pada awal 2000-an.
Lahir di Jakarta pada 25 September 1975, Iptu Nanang tumbuh di lingkungan keluarga berlatar belakang militer. Ayahnya merupakan anggota TNI Angkatan Darat yang menjadi inspirasi awal dirinya memilih jalan pengabdian.
“Bapak kebetulan dari TNI AD, jadi saya ingin seperti beliau. Tapi waktu itu teman-teman banyak daftar polisi, akhirnya saya ikut dan alhamdulillah lulus,” ujarnya mengutip dari TribunKaltara.com.
Karier kepolisian dimulai setelah ia menyelesaikan pendidikan Bintara Polri di SPN Karombasan, Manado, Sulawesi Utara pada 1997.
Baca juga: Gudang Rokok di Jalan TVRI Nunukan Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp1 Miliar
Selamat dari Ledakan Bom di Poso
Selama 13 tahun bertugas di Brimob Polda Sulawesi Tengah, Iptu Nanang menghadapi berbagai operasi berisiko tinggi, termasuk konflik Poso yang menelan banyak korban jiwa.
Salah satu pengalaman paling membekas terjadi saat ledakan bom mengguncang wilayah Tentena.
Kala itu, kendaraan pengawalan yang ditumpanginya berada di lokasi ledakan.
“Waktu itu saya duduk di belakang. Tiba-tiba ledakan keras sekali, suasana langsung kacau,” kenangnya.
Ledakan tersebut membuat pendengarannya sempat terganggu dan menimbulkan trauma menggunakan kendaraan selama beberapa waktu.
Baca juga: Kisah Guru PPPK Guru Asni di Mahakam Ulu, Mengajar Tanpa Listrik dan Internet
Namun pengalaman itu tidak membuatnya mundur dari tugas kepolisian.
Mengabdi di Nunukan, Jaga Pelabuhan Perbatasan
Setelah berpindah tugas ke Polda Kalimantan Timur pada 2010, Iptu Nanang kemudian mengabdi di Polres Nunukan.
Ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari KP3 atau kini KSKP, KSPKT, Kanit Provos hingga Kanit PJR di Ditlantas Polda Kaltara.
Pada 2021, ia mengikuti pendidikan Sekolah Ahli Golongan (SAG) dan resmi menyandang pangkat perwira.
| Gudang Rokok di Jalan TVRI Nunukan Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp1 Miliar |
|
|---|
| Panik Lihat Api Membesar, Karyawan Ungkap Detik-Detik Kebakaran Ruko di Jalan TVRI Nunukan |
|
|---|
| Kebakaran Hebat di Jalan TVRI Nunukan, Bangunan Penjual Rokok Hangus Dilalap Api |
|
|---|
| Meski Penduduk Paling Sedikit, Tana Tidung Tunjukkan Kemajuan Pembangunan |
|
|---|
| BPS Nunukan Buka Rekrutmen Mitra Statistik 2026, Lulusan SMA Bisa Daftar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260510_Wakapolsek-KSKP-Nunukan-Iptu-Nanang-Kusmanto.jpg)