Minggu, 10 Mei 2026

Berita Kaltara Terkini

Kisah Iptu Nanang, Polisi Nunukan yang Pernah Hadapi Bom Poso hingga Jaga Perbatasan

Dari ledakan bom Poso hingga menjaga pelabuhan Nunukan, perjalanan Iptu Nanang penuh pengabdian

Tayang:
TRIBUNKALTARA.COM/FATIMAH MAJID
POLISI JAGA PERBATASAN - Wakapolsek KSKP Nunukan, Iptu Nanang Kusmanto, saat bertugas di wilayah pelabuhan perbatasan Nunukan, Kalimantan Utara. Perjalanan kariernya diwarnai pengalaman bertugas di konflik Poso hingga pengamanan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. (TRIBUNKALTARA.COM/FATIMAH MAJID) 

Ringkasan Berita:
  • Iptu Nanang Kusmanto pernah bertugas di tengah konflik Poso dan selamat dari ledakan bom Tentena.
  • Kini ia menjabat Wakapolsek KSKP Nunukan dan menjaga keamanan pelabuhan perbatasan Indonesia-Malaysia.
  • Pengabdiannya diwarnai berbagai tugas ekstrem, termasuk berjalan kaki 12 jam demi pengamanan TPS terpencil.

TRIBUNKALTIM.CO - Perjalanan hidup Iptu Nanang Kusmanto bukan sekadar kisah seorang polisi biasa. Di balik seragam yang dikenakannya, tersimpan pengalaman panjang menghadapi konflik berdarah hingga menjaga keamanan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Wakapolsek KSKP Nunukan itu pernah berada di tengah situasi paling mencekam saat konflik horizontal di Poso, Sulawesi Tengah, memuncak pada awal 2000-an.

Lahir di Jakarta pada 25 September 1975, Iptu Nanang tumbuh di lingkungan keluarga berlatar belakang militer. Ayahnya merupakan anggota TNI Angkatan Darat yang menjadi inspirasi awal dirinya memilih jalan pengabdian.

“Bapak kebetulan dari TNI AD, jadi saya ingin seperti beliau. Tapi waktu itu teman-teman banyak daftar polisi, akhirnya saya ikut dan alhamdulillah lulus,” ujarnya mengutip dari TribunKaltara.com.

Karier kepolisian dimulai setelah ia menyelesaikan pendidikan Bintara Polri di SPN Karombasan, Manado, Sulawesi Utara pada 1997.

Baca juga: Gudang Rokok di Jalan TVRI Nunukan Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp1 Miliar

Selamat dari Ledakan Bom di Poso

Selama 13 tahun bertugas di Brimob Polda Sulawesi Tengah, Iptu Nanang menghadapi berbagai operasi berisiko tinggi, termasuk konflik Poso yang menelan banyak korban jiwa.

Salah satu pengalaman paling membekas terjadi saat ledakan bom mengguncang wilayah Tentena.

Kala itu, kendaraan pengawalan yang ditumpanginya berada di lokasi ledakan.

“Waktu itu saya duduk di belakang. Tiba-tiba ledakan keras sekali, suasana langsung kacau,” kenangnya.

Ledakan tersebut membuat pendengarannya sempat terganggu dan menimbulkan trauma menggunakan kendaraan selama beberapa waktu.

Baca juga: Kisah Guru PPPK Guru Asni di Mahakam Ulu, Mengajar Tanpa Listrik dan Internet

Namun pengalaman itu tidak membuatnya mundur dari tugas kepolisian.

Mengabdi di Nunukan, Jaga Pelabuhan Perbatasan

Setelah berpindah tugas ke Polda Kalimantan Timur pada 2010, Iptu Nanang kemudian mengabdi di Polres Nunukan.

Ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari KP3 atau kini KSKP, KSPKT, Kanit Provos hingga Kanit PJR di Ditlantas Polda Kaltara.

Pada 2021, ia mengikuti pendidikan Sekolah Ahli Golongan (SAG) dan resmi menyandang pangkat perwira.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved