Minggu, 10 Mei 2026

Berita Kukar Terkini

Metode Guru di Kukar untuk Memahami Profesi dan Proses Ekonomi kepada Siswa

Untuk memahami proses ekonomi, ada baiknya memahami pelaku dan peran-peran ekonomi, sehingga memahami bagaimana proses ekonomi

Tayang:
Editor: Budi Susilo
HO/NANANG
Siswa melakukan wawancara dengan profesi yang ada di lingkungan siswa dapat menyajikan hasil analisi tentang peran serta kegiatan ekonomi dengan tepat. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Untuk memahami proses ekonomi, ada baiknya memahami pelaku dan peran-peran ekonomi, sehingga memahami bagaimana proses ekonomi beroperasi.

Hal itu disampaikan oleh Guru Sekolah Dasar di daerah Kukar, Kalimantan Timur, Nanang Nuryanto, S.Pd Wali Kelas V kepada TribunKaltim.co pada Kamis (11/11/2021) via press rilis. 

Dia jelaskan, untuk memberi pemahaman terkait peran ekonomi melalui pengamatan dan wawancara.

Tujuan Nanang agar 34 siswanya dapat menyebutkan jenis-jenis pekerjaan dan manfaatnya bagi manusia secara tepat, menjelaskan kegiatan ekonomi dalam bidang perikanan dengan tepat.

Baca juga: Tingkatkan Budaya Membaca Masyarakat di Kubar, Pengurus Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Dilantik

Baca juga: Pemkab Kutai Kartanegara Jalin Sinergitas Bersama Tanoto Foundation Bangun Rumah Anak SIGAP

Baca juga: Peduli Pendidikan, Bunda PAUD Kukar Serahkan Bantuan ke TK Negeri Pembina, Gandeng Tanoto Foundation

Juga mendefinisikan produsen, distribusi, dan konsumsi yang tepat, dapat merincikan manfaat kegiatan ekonomi bagi bangsa Indonesia dengan tepat.

Nanang juga mendorong siswanya untuk melakukan wawancara dengan profesi yang ada di lingkungan siswa dapat menyajikan hasil analisi tentang peran serta kegiatan ekonomi dengan tepat.

Nanang membuka dengan kegiatan pendahuluan, siswa dan orang tua berdiskusi lima barang sembako.

"Siswa diminta untuk menanyakan ke orang tua tentang darimana ibu mendapatkan sembako tersebut? Untuk apa ibu membeli sembako tersebut? Berapa harga sembaok tersebut?," ungkapnya. 

Baca juga: 212 Guru Kukar Ikut Pelatihan Tanoto Foundation, Dukung Pembelajaran Bermakna

Setelah mendapat jawaban, siswa dibagi menjadi 4 kelompok dengan breakout room dalam zoom meeting.

Siswa diminta mendiskusikan jawaban yang tepat untuk lembar kerja (LK) yang dibagikan Nanang Nuryanto.

Pada LK, ada dua gambar yaitu petani dan nelayan. Siswa diminta untuk mengisi nama pekerjaannya, apa yang dihasilkan, dan manfaatnya bagi masyarakat luas. Lalu siswa harus mendiskusikan beberapa pertanyaan.

Apa yang terjadi jika dalam suatu negara tidak ada yang berprofesi sebagai petani?Mengapa!

1. Bagaimana cara kita menjaga agar profesi sebagai Petani terus ada di suatu wilayah?

2. Bagaimana cara kita menjaga agar profesi sebagai Petani terus ada di suatu wilayah?

3. Berikut gambar proses kegiatan ekonomi nelayan, pada gambar pertama nelayan menangkap ikan, gambar kedua pelelangan ikan, gambar ketiga ikan diangkut ke kota, gambar keempat pasar ikan, gambar lima ikan dikonsumsi di atas meja. Dari gambar tersebut, siswa diminta menceritakan dan mengidentifikasi gambar mana yang produsen, konsumen, distribusi.

Setelah 30 menit diskusi, siswa kembali ke ruang utama Zoom Meeting dan memaparkan hasil diskusinya.

Kholijah menjawab Jika tidak ada petani, kita tidak bisa makan karena petani menghasilkan buah dan sayur, seperti padi, tomat, nanas, pisang.

Jika tidak ada petani, kita tidak bisa makan dengan gizi sempurna, karena kita butuh makan seimbang.

Cara profesi petani tetap ada dengan mempedulikan jasa seorang petani dan mewujudkan kesejahteraan petani.

Baca juga: Dinas Pendidikan Berau Kalimantan Timur Fokus Cegah Anak Putus Sekolah

Nelayan menangkap ikan di laut. Setelah mendapatkan ikah, nelayan menjual ikan tersebut ke pelelangan ikan.

Kemudian ikan dibawa dari pelelangan ikan ke pasar dengan mobil. Lalu, ada orang yng mau membeli semua ikan itu dan dia jual ke pasar ikan. Orang lain (pembeli) membeli ikan tersebut lalu pulang dan dimasak untuk dimakan.

Produsen adalah kegiatan menghasilkan barang atau makanan, contoh produser adalah nelayan, konsumen adalah orang yang membeli dan menjual ke konsumen lain, contoh konsumen adalah pelelangan ikan, distribusi adalah salah satu aspek dari pemasaran, contoh distribusi adalah pedagang.

Nanang menutup dengan penguatan dan refleksi. Seluruh siswa senang dengan proses pembelajaran ini, karena merasa mengikuti satu proses kesatuan.

Baca juga: Program PINTAR Tanoto Foundation, Dosen dan Guru Kolaborasi Kembangkan Inovasi Pembelajaran

Namun, untuk kompetensi dasar ini, Nanang meminta siswa mengerjakan laporan wawancara profesi dan peran ekonomi yang ada di lingkungan sekitar.

Dira Septiana menuliskan laporan wawancara dengan Amiruddin, petani holtikultura di kebun Amiruddin.

Dira mendeskripsikan Amiruddin adalah seorang petani hortikultura sayuran, dan bapak Dira. Amiruddin tinggal di RT 09 desa Santan.

Amir mulai tanma sayur-sayuran sejak 2005, ada jagung, timun, kacang panjang, tomat, cabai.

Pagi hari, Dira mendatangi kebun jagung manisnya. Untuk 5 bungkus jagung manis, Amiruddin membutuhkan modal 1,250,000.

Modal tersebut dipakai untuk membeli bibit, pupuk, pestisida. Amiruddin panen sekitar 70 HST (Hari Setelah Tanam) kurang lebih 2 bulan.

Dari 5 bungkus jagung manis yang ditanam bisa menghasilkan kira-kira 4500-5000 biji (tongkol) dengan harga Rp 1000 sampai 1500 per biji.

Sehingga untuk 2 bulan, Amiruddin menghasilkan Rp 5,000,000 hingga 6,000,000. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved