Virus Corona di Balikpapan
PCR di Labkesda Balikpapan Siap Beroperasi, Hasil Pemeriksaan Terdaftar di PeduliLindungi
Rencananya peresmian layanan pemeriksaan PCR di Labkesda Balikpapan itu akan berlangsung pada besok, bertepatan hari kesehatan nasional (HKN)
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Alat polymerase chain reaction (PCR) milik Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan bisa segera beroperasi.
Rencananya peresmian layanan pemeriksaan PCR di Labkesda Balikpapan itu akan berlangsung pada besok, bertepatan hari kesehatan nasional (HKN).
Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, penggunaan alat PCR tentu untuk melayani pemeriksaan Covid-19.
“Sama seperti lab lainnya, kalau masyarakat dapat rujukan untuk PCR salah satunya bisa ke labkesda karena sudah ada alat PCR,” ujarnya, Kamis (11/11/2021).
Secara umum, nantinya pemeriksaan PCR tetap berbayar. Kecuali pemeriksaan suspek yang ditanggung oleh Pemkot Balikpapan.
“Berarti nanti pemkot yang bayarkan biaya pemeriksaan ke labkesda,” kata wanita yang kerap disapa Dio itu.
Baca juga: Penjelasan Bio Farma Menyoal Biaya Tes PCR Bisa Rp 275 Ribu karena Harga Reagen Hanya Rp 90 Ribu
Baca juga: TARIF PCR Rp 250 Ribu Bisa Turun Lagi, PT Bio Farma Prediksi Dalam Waktu Dekat, Simak Penjelasan
Baca juga: Tarif PCR di RSUD Abdul Rivai Berau Rp 275 ribu, Harga di Bawah Klinik Swasta
Adapun teknisnya sama seperti lab lain yang sudah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Balikpapan.
Misalnya laboratorium Klinik Tirta dan RS Dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD). Alat PCR ini berasal dari bantuan Kementerian Kesehatan.
“Hasil pemeriksaan juga akan terdaftar dalam PeduliLindungi,” sebutnya.
Diketahui, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan sebelumnya memang telah mengajukan permintaan alat PCR.
Pengajuannya melalui Kementrian Kesehatan. Setiap tahun pemerintah pusat rutin memberi bantuan melalui dana alokasi khusus (DAK).
“Ada menunya untuk pengadaan apa dan kami pilih mesin PCR,” ucap Dio.
Baca juga: CEK Syarat Naik Kapal Laut November 2021, Aturan Vaksin dan PCR Terbaru Bagi Penumpang Kapal Pelni
Alat PCR, lanjutnya, sudah tiba di Kota Beriman sekira dua bulan lalu. Namun belum dapat beroperasi karena membutuhkan ruang atau lab khusus.
Sehingga perlu renovasi ruangan di labkesda agar alat bisa beroperasi.
Selanjutnya DKK mengajukan renovasi gedung labkesda untuk menambah ruangan PCR melalui APBD Perubahan 2021.
Setidaknya pembangunan menghabiskan waktu sekitar satu bulan.
“Ruangan PCR terbagi tiga, kami harus mengubah satu lantai di labkesda menjadi ruangan PCR,” urainya.
Sebagai informasi, saat ini total ada 12 laboratorium PCR di Balikpapan, jumlah ini terbanyak se-Provinsi Kalimantan Timur. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/alat-pcr-milik-lab-di-balikppan.jpg)