Breaking News:

Berita Penajam Terkini

Puluhan Warga Waru Datangi Kantor DPRD PPU, Minta Kejelasan Tapal Batas dari PT WKP

Puluhan warga Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim) mendatangi Kantor DPRD PPU dalam rangka mempertanyakan kej

Penulis: Dian Mulia Sari | Editor: Rahmad Taufiq
HO/TRIBUNKALTIM.CO
Puluhan warga Waru mendatangi Kantor DPRD PPU minta kejelasan tapal batas dari PT WKP. HO/TRIBUNKALTIM.CO 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Puluhan warga Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim) mendatangi Kantor DPRD PPU dalam rangka mempertanyakan kejelasan tapal batas dari PT Waru Kaltim Plantation (WKP).

Koordinator Aksi Warga Waru, Ibrahim mengatakan, pihaknya bersama puluhan warga mendatangi gedung DPRD untuk meminta kejelasan terkait dengan tapal batas perusahaan PT WKP di Kelurahan Waru.

"Masyarakat hanya meminta tapal batas saja, menginginkan kejelasan tapal batas perusahaan itu. Supaya tidak menjadi fitnah di antara warga dan perusahaan," kata Ibrahim, Senin (15/11/2021).

Ibrahim mengemukakan, adapun tapal batas tersebut di antaranya terdapat di empat desa, yaitu Kelurahan Waru, Desa Bangun Mulyo, Desa Sesulu, dan Desa Api-Api.

Dia menjelaskan, masyarakat Kecamatan Waru hanya ingin mengetahui titik koordinat dari Hak Guna Usaha (HGU) milik perusahaan PT WKP dan tanah milik warga.

Baca juga: Pemekaran Kecamatan, Kampung Tumbit Melayu Berau Minta Selesaikan Tapal Batas

Baca juga: Tidak Ada Titik Temu, Penyelesaian Tapal Batas Kabupaten PPU dan Paser Lanjut ke Kemendagri

Baca juga: Komisi I DPRD Kaltim Upayakan Penyelesaian Tapal Batas PPU-Paser

"Kami masyarakat ini sangat ingin mengetahui titik koordinatnya. Kalau memang perusahaan itu benar kenapa takut untuk menentukan titik koordinat," kata dia.

Dia menyayangkan dari perusahaan PT WKP yang beroperasi di Kelurahan Waru tidak ada kontribusi kepada masyarakat sekitar.

"Selama di Waru tidak ada efek kemakmuran masyarakat di situ. Tidak ada, CSR tidak ada, perbaikan jalan rusak, jalanan itu rusak dan itu bukan jalanan perusahaan," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved