Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Timur

Sri Juniarsih Paparkan Keunggulan Berau, Bukan Hanya Wisata Menawan tapi Juga Hutan

Jika bertandang ke Kaltim tak lengkap jika tidak ke Berau. Pasalnya, Berau punya potensi wisata luar biasa yang membuat senang dan berkesan.

Editor: Diah Anggraeni
Humasprov Kaltim/Syafranuddin
Bupati Berau Sri Juniarsih bersama Gubernur Kaltim H Isran Noor di arena COP26 UNFCCC, Glasgow, Skotlandia. 

TRIBUNKALTIM.CO - Jika bertandang ke Kaltim tak lengkap jika tidak ke Berau.

Pasalnya, Berau punya potensi wisata luar biasa yang membuat senang dan berkesan.

Baca juga: Mengembalikan Pertanian Kaltim Menjadi Sektor Unggulan

Berau, kata Bupati Berau Sri Juniarsih, menawarkan tempat wisata yang indah seperti Pulau Maratua di gugusan kepulauan Derawan, Labuan Cermin, Pulau Kaniungan, dan wisata hutan mangrove di pesisir timur.

"Berau juga menyimpan wisata yang cukup langka, yaitu lukisan prasejarah berupa handprint di Gua Beloyot dalam kawasan karst yang masuk area dengan nilai konservasi tinggi," sebut Bupati Sri saat tampil pada talk show di Paviliun Indonesia di arena COP26 UNFCCC yang digelar di Glasgow, Skotlandia.

Hal yang menarik, terang Bupati Sri, kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat masuk dalam rencana kawasan lindung yakni sebagai kawasan lindung geologi seluas 345,226.54 hektare.

"Kami menyadari pentingnya perlindungan dan pengelolaan kawasan bernilai konservasi tinggi dan terlibat aktif dalam Deklarasi Balikpapan pada tahun 2017, dalam rangkaian acara pertemuan tahunan GCF Task Force. Dalam deklarasi tersebut, Kalimantan Timur menyatakan akan melindungi 640 ribu hektare lahan bertutupan hutan di area peruntukan perkebunan," ungkap bupati perempuan pertama di Berau ini.

Baca juga: Kaltim Sumbang 33 Persen Pengurangan Emisi Karbon Indonesia pada Tahun 2030

Saat ini, lanjut Bupati Sri, di Berau teridentifikasi memiliki luas lahan yang harus dilindungi lebih 83 ribu hektare yang sudah ditindaklanjuti dan secara resmi ditetapkan dengan Keputusan Bupati Berau Nomor 287 Tahun 2020, sehingga terdapat potensi pengurangan emisi sebesar 1,8 MTCO2e per tahun dari 83,000 hektare kawasan yang dilindungi ini

"Komitmen dan keputusan bupati tersebut ditindaklanjuti di lapangan dengan kegiatan-kegiatan seperti pelatihan identifikasi ANKT bersama Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, pembentukan Tim Ad-Hoc oleh Dinas Perkebunan Berau untuk melakukan inventarisasi dan dokumentasi ANKT pada area konsesi IUP/HGU perusahaan perkebunan, melakukan kajian tingkat tapak, dan sosialisasi ANKT pada area di luar IUP/HGU," bebernya dalam paparan yang disaksikan Gubernur Isran Noor. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved