Berita DPRD Kalimantan Timur

Komisi I DPRD Kaltim Dukung Hibah Lahan di Graha Indah Balikpapan

Komisi I DPRD Kaltim mendukung keinginan warga Kelurahan Graha Indah, Balikpapan, untuk meminta hibah lahan milik Pemerintah Provinsi Kaltim di Jalan

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas DPRD Kaltim
Rapat dengar pendapat antara Komisi I DPRD Kaltim dengan BPKAD Kaltim dan Dinas PUPR Kaltim, Selasa (16/11/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Komisi I DPRD Kaltim mendukung keinginan warga Kelurahan Graha Indah, Balikpapan, untuk meminta hibah lahan milik Pemerintah Provinsi Kaltim di Jalan Projakal RT 31, Km 5,5.

Pasalnya, di lahan tersebut berdiri bangunan masjid yang sehari-hari digunakan oleh warga untuk menjalankan ibadah.

Baca juga: Komisi I Terima Berkas Hasil Uji Kompetensi, Seleksi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Kaltim

Demikian disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kaltim Jahidin di sela-sela rapat dengar pendapat dengan BPKAD Kaltim, Dinas PUPR Kaltim, dan pengurus Masjid Nurul Khoir.

Ia mengatakan, hal yang mendasari dukungan Komisi I adalah karena lahan tersebut digunakan untuk kepentingan masyarakat umum dan bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok serta menjadi kebutuhan warga.

"Bagaimanapun ini untuk masyarakat, dan lahan tersebut kan tidak dipergunakan oleh pemerintah untuk kepentingan apapun jadi wajar saja apabila masyarakat menggunakannya untuk bersama," sebut Jahidin didampingi Yusuf Mustafa, Muhammad Udin, Mashari Rais, dan Sukmawati.

Hal yang sama diutarakan Wakil Ketua Komisi I Yusuf Mustafa.

Ia menyebutkan masjid dimaksud menjadi tempat ibadah bagi warga di lima RT.

"Ketika reses warga kelima RT tersebut meminta agar lahan masjid tersebut bisa dihibahkan," ucapnya.

Baca juga: Sosialisasi Peraturan Daerah di Dapil Balikpapan, Sigit Minta Perda Pajak Diimplementasikan

Politikus Golkar ini menjelaskan bahwa mekanisme sudah dilakukan oleh pengurus masjid termasuk melayangkan surat kepada gubernur Kaltim dan Dinas PUPR Kaltim, namun belum mendapat respons hingga sekarang.

"Sebab itu, hari ini dipertemukan antara pengurus masjid sebagai pemohon, BPKAD dan PUPR sebagai perwakilan pemerintah. Intinya Komisi I mendukung tinggal lengkapi persyatarannya dan jalankan mekanismenya," ujarnya.

BPKAD Kaltim Ardiansyah menuturkan, hibah ini mengacu kepada Peratuan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara Daerah.

"Pengurus masjid sudah melayangkan surat ke gubernur, kami sampaikan mekanismenya agar dilayangkan surat serupa ke PUPR lalu kemudian dibentuk tim lalu tim ini nantinya bertugas mengkaji kelayakan sedikitnya alasan hibah, data dan dokumen tanah, lokasi dan lainnya,"imbuhnya.

Ketua Masjid Nurul Khoir, Achmad Luthfillah mengatakan alasan surat baru dilayangkan, karena pihak pengurus yayasan dan masjid ragu terkait siapa pemilik lahan sebenarnya.

Namun setelah mendapatkan kepastian milik Pemprov Kaltim, maka surat baru dilayangkan.

Saat ini kondisi masjid apabila digunakan salat Jumat sulit menampung jamaah.

Baca juga: Saefuddin Zuhri Sosperda Bantuan Hukum di Samarinda Ulu

Oleh karena itu, pengurus berkeinginan untuk melakukan pengembangan dan termasuk membentuk TK/TPA.

"Tempat parkir sudah tidak muat. Mau bikin gedung serbaguna karena selain tempat ibadah, juga untuk kepentingan sosial kemasyarakatan misalnya majelis taklim, kajian ilmu, musyawarah dan lain-lain dilakukan di sana," pungkasnya. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved