Jumat, 1 Mei 2026

Berita Tarakan Terkini

Gubernur Kaltara Sidak RSUD Tarakan, Minta Layanan Ditingkatkan

Gubernur Kaltara Drs. Zainal Arifin Paliwang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Tarakan, Kamis (18/11/2021) siang tadi

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ANDI FAUSIAH
Gubernur Kaltara, Drs. Zainal Arifin Paliwang saat melakukan sidak kendaraan aset di RSUD Tarakan, Kamis (18/11/2021).TRIBUNKALTIM.CO/ANDI FAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKANGubernur Kaltara Drs. Zainal Arifin Paliwang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Tarakan, Kamis (18/11/2021) siang tadi.

Sejumlah fasilitas berupa aset kendaraan, ruangan Covid-19, ketersediaan pendukung prokes, kantin, dan pelayanan UGD tak luput dari pejabat nomor satu di lingkungan Provinsi Kaltara ini.

Dikatakan Gubernur Kaltara, puluhan kendaraan dinas di RSUD Tarakan ini sudah dilakukan pengecekan pihaknya.

“Sudah saya cek. Saya setiap menerima laporan dari siap apun akan tetap lakukan cek and ricek,” jelasnya.

Ia melanjutkan, total jumalh kendaraan sesuai yang rusak berat jumlahnya 8. Yang rusak ringan ada 4 sisanya dalam kondisi baik semua.

Baca juga: Kejar Provinsi Ramah Anak, DP3AP2KB Kaltara Fokus di Tarakan dan Nunukan

Baca juga: Petugas Lapas di Tarakan Dapat Kenaikan Pangkat dan Beri Sertifikat Warga Binaan

Baca juga: Fokus di 2 Kelurahan Kota Tarakan, Jadwal Penyaluran Program Sembako PPKM

“Dan setelah kami cek semua dokter spesialis ada kendaraannya. Jadi informasi saya terima, hari ini informasi yang beredar di luar itu tidak betul,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, adapun sidak di bagian pelayanan ia meminta kepada bagian UGD agar melakukan penanganan dengan tepat dan cepat kepada pasien yang datang.

“Untuk dokter kami minta kalau ada pasien cepat melakukan penanganan. Cepat datang jangan lambat-lambat kasihan pasiennya,” tegasnya.

Kemudian persoalan koperasi juga tak luput ikut dicek pihaknya. Ia mendapati memang setiap tahun tidak ada laporan dibuat.

“Saya minta tahun depan awal tahun dibuat. Sehingga semua pengurus mengetahui keuntungan tiap tahun,” harapnya.

“Kita cek tadi setiap bulan RP 100 juta lebih pemasukan. Kemudian kira-kira setiap tahun Rp 1,3 miliar itu setelah dipotong modal diperhitungkan berapa keuntungan. Itu nanti setiap tahun harus buat dan SHU harus dibagi kepada anggota koperasi,” lanjutnya.

Jika anggota koperasi tidak ingin mengambil, bisa juga dimasukkan menjadi modal simpanan. Selain itu kantin, harus dilakukan proses pelelangan. Kantin di RSUD ada dua harus lelang.

“Pemasukan atau penyetoran harus jelas. Harus tertib. Kita akan cek juga nanti. Itu tempatnya harus dilelang,” jelasnya.

Ia melanjutka, semua tempat milik daerah peruntukannya entah untuk kantin itu semua harus dilelang. Jika tidak dilelang bisa menjadi temuan.

“Nanti akan mengembalikan berapa sewa setiap tahunnya sesuai nilai yang sudah ditentukan per meter tempatnya. Kalau tahun ini dan tahun lalu dan tahun lalu tidak bayar maka dia harus bayar atau lunasi sekaligus ke kas daerah,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved