Mata Najwa
TERBONGKAR di Mata Najwa, Eks Napi Lapas Yogyakarta Ngaku Disiksa Sampai Dipaksa Minum Urine Sendiri
Mantan warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta buka suara di Mata Najwa mengadukan perlakuan tidak manusiawi,
TRIBUNKALTIM.CO - Mantan warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta buka suara di Mata Najwa mengadukan perlakuan tidak manusiawi yang mereka alami saat masih di penjara.
Dalam program acara Mata Najwa yang dipandu oleh Najwa Shihab, para korban mengaku sudah mengadukan kekerasan yang diterimanya kepada beberapa lembaga seperti Ombudsman, Komnas HAM dan LPSK.
Seperti yang diketahui, tema Mata Najwa edisi Rabu 17 November 2021 mengangkat tema Disiksa di Penjara.
Satu per satu, mantan warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta menceritakan apa yang terjadi ketika masih di dalam rutan.
Salah satu mantan warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta, Vincentius Titih mengungkapkan bahwa dia meninggalkan lapas pada tanggal 19 Oktober 2021 setalah divonis 1 tahun penjara atas penyalahgunaan narkotika.
Baca juga: Tema Mata Najwa 17 November 2021 Disiksa di Penjara, Lapas jadi Sorotan Lagi
Ketika masih berstatus napi di lapas tersebut, Vincentius Titih mengaku mengalami pernyiksaan yang tidak layak oleh oknum-oknum petugas lapas.
"Kita semua dimasukin ke dalam brandgang. Brandgang itu bagian luar dari lapas itu sendiri. Itu kita mendapat cambukan-cambukan dari pakai selang, pakai kabel, pakai kayu.
Bahkan saya sendiri waktu itu sempat disuruh makan kates busuk sekulit-kulitnya, sebiji-bijinya ama ada ulat di situ, saya muntahin.
Akhirnya saya disuruh makan lagi dan itu nggak boleh pakai tangan mbak, saya langsung pakai mulut gitu," kata Vincentius Titih di acara Mata Najwa, dikutip dari kanal YouTube Najwa Shihab, Kamis (18/11/2021).
Baca juga: Mata Najwa Terbaru Malam Ini Live Trans 7: Soroti Dugaan Penganiayaan Napi di Lapas Yogyakarta
Vincentius menjelaskan bahwa pada 26 April lalu saat bulan puasa, ia bersama dua rekannya yang non muslim disuruh dan dipaksa makan pepaya busuk tersebut dan tidak boleh dimuntahkan.
"Tidak boleh kita muntahin. Saya sempat muntah kan, karena rasanya juga pahit kan kulit-kulit pepaya itu.
Langsung saya dipaksa pokoknya 'Nggak boleh dimuntahin, nggak boleh dibuang, itu harus kamu ambil lagi' kita nggak boleh ambil pakai tangan gini.
Jadi langsung ambil pakai mulut, ambil muntahan kita di tanah lagi," ungkap Vincentius.
Baca juga: PSSI Sebut Acara Mata Najwa Ada Indikasi Settingan, Ungkap 50 Wasit Liga 1 Mengaku Tak Dihubungi
Ditanya Najwa Shihab apa yang menjadi penyebab sampai mendapat perlakuan itu, Vincentius mengaku tidak tahu.
Walaupun sebagai resividis, dia dan teman-temannya yang lain tetap mendapat perlakuan yang sama.
Berbeda dengan Vincentius, Yunan Efendi yang juga merupakan eks napi Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta awalnya disiksa lantaran membawa handphone setelah lebaran.
Karena ketahuan, Yunan Efendi mengaku langsung dibawa ke tempat registrasi dan diminta untuk buka baju kemudian dilakukan tes urine.
Pada pemeriksaan itu, terdapat 15 orang petugas yang mendampinginya kemudian dia dipukul, diinjak-injak dan ditampar.
Baca juga: Di Mata Najwa, Sebut Soal 3 Putrinya, Nadiem Makarim Ungkap Alasan Permendikbud PPKS Sangat Penting
Bahkan, diakui Yunan, karena hasil urinenya negatif, oknum petugas itu memintanya minum urinenya sendiri.
"Saya disuruh minum sama petugas, saya nggak mau, saya lebih milih digebukin lah, daripada saya harus milih minum air seni saya sendiri.
Akhirnya saya disuruh buat cuci muka, di situ saya tetap nggak mau, saya dipukulin lagi, abis itu air kencing saya disiram di muka saya.
Habis itu saya cuma disemprot pakai air, nanti kering semprot lagi, kering semprot lagi sambil dipukulin lagi," tutur Yunan Efendi.
Baca juga: TERUNGKAP di Mata Najwa, Mahasiswi UNRI Korban Pelecehan Malah Ditertawakan saat Melaporkan Kasusnya
Sementara, Mr A menyampaikan hal serupa seperti yang dialami rekan-rekannya di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta.
Diceritakan bahwa Mr A pernah bersama 60 orang napi disuruh guling-guling di jalanan aspal saat sedang hujan.
Alasan petugas menyiksanya lantaran dituding malas bersih-bersih.
Alhasil salah satu temannya mengalami penggeseran pada tulang.
Baca juga: Cinta Laura tak Bergeming Bahas RUU PKS di Mata Najwa, Sorot Beda Amerika-Indonesia hingga soal Nama
Lebih lanjut, karena ada yang mengalami cedera, akhirnya penyiksaan itu diberhentikan dan petugas meminta mereka untuk tutup mulut.
"Tapi nggak berselang lama, petugas ini mutar masuk ke dalam kamar, sambil bilang 'Nanti kalau ada yang tanya kalian sampai kenapa kayak begini, guling-guling, bilang olahraga, minta sendiri'.
Nggak lama setelah itu, ada pejabat dari lapas juga yang datang, 'Kok bisa sampai kayak gitu, itu kenapa mas?' ditanyain gitu.
Terus salah satu teman saya tuh jawab 'Kita pengen olahraga pak', gitu.
Ya karena kalau kita jawab apa adanya, bisa jadi nasib yang buruk buat kita semua," beber Mr A.
Simak video selengkapnya:
(TribunKaltim.co/Justina)