Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

Disperindagkop Kaltara Sebut Krayan Akan Kedatangan 1.000 Tabung Elpiji Dari Malaysia

Pihak Disperindagkop Kaltara mengungkapkan akan ada kedatangan tabung Elpiji asal Malaysia ke wilayah perbatasan RI-Malaysia

TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAMI FAWDI
Pelaksana Tugas Kepala Disperindagkop Kaltara Hasriyani.TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAMI FAWDI 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG SELOR– Pihak Disperindagkop Kaltara mengungkapkan akan ada kedatangan tabung Elpiji asal Malaysia ke wilayah perbatasan RI-Malaysia.

Kedatangan pasokan tabung gas Elpiji ini dalam rangka mengatasi kelangkaan pasokan tabung gas Elpiji di wilayah Krayan Nunukan.

Karena sebelumnya, wilayah perbatasan RI-Malaysia itu dikabarkan sempat kekurangan pasokan Elpiji.

Penyebabnya pesawat yang biasa digunakan untuk memasok tabung gas Elpiji dari Pertamina itu sedang rusak.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Disperindagkop Kaltara Hasriyani, Minggu (21/11/2021).

Baca juga: Kaltara Nihil Kasus Baru Covid-19, Karena Vaksinasi atau Kepatuhan Prokes, Ini Jawaban Jubir Satgas

Baca juga: Target 30 Ribu Dosis Covid-19 untuk Kaltara, Pilih Karang Anyar Tarakan karena Pernah Zona Merah

Baca juga: UMP Kaltara 2022 Naik Rp 15.934, Kadis Haerumuddin: Pak Gubernur Sudah Tanda Tangan

Menurut Hasriyani, dengan adanya koperasi perdagangan perbatasan, pihak Malaysia melalui pemerintah negara bagian Sarawak menjanjikan akan memasok sekitar 1.000 tabung gas Elpiji

“Perdagangan perbatasan sudah terbuka oleh mitra koperasi itu, jadi perdagangan perbatasan itu kan sudah buka, kata Hasriyani.

“Dan itu termasuk Elpiji juga dikirimkan juga, kalau tidak salah akhir November ini ada 1.000 unit tabung dari Sarawak akan dikirimkan, “ terangnya.

Baca juga: Dampak PPKM Darurat, Ekonomi Kaltara Kuartal 3 Melambat, Sektor Administrasi Paling Cepat Pulih

Kini pihaknya mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak Konsulat Jenderal RI di Kuching Malaysia, terkait kepastian kedatangan pasokan 1.000 tabung Elpiji ukuran 14 Kilogram tersebut.

“Tapi untuk pastinya kita juga masih menunggu dari Konjen RI kita di Kuching,” tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved