Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

KPU Bulungan Beber Kader Desa Peduli Pemilu Disiapkan jadi Anggota Badan Ad Hoc

Komisi Pemilihan Umum Bulungan menyebut para anggota atau kader dari program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAMI FAWDI
Ketua KPU Bulungan, Lili Suryani, disiapkan para kader dari program DP3 untuk menjadi anggota Badan Ad Hoc karena dipastikan memiliki integritas, Senin (22/11/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum Bulungan menyebut para anggota atau kader dari program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) berpeluang menjadi anggota Badan Ad Hoc.

Badan Ad Hoc sendiri ialah badan yang dibentuk oleh KPU saat masa pencoblosan dan penghitungan suarak berlangsung, seperti panitia pemungutan suara (PPS), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Menurut Ketua KPU Bulungan, Lili Suryani, disiapkan para kader dari program DP3 untuk menjadi anggota Badan Ad Hoc karena dipastikan memiliki integritas.

"Ini kita siapkan juga jadi Badan Ad Hoc jadi mereka sudah clear di awal, dan intergritasnya bisa dipertanggungjawabkan," kata Lili Suryani kepada TribunKaltara.com pada Senin (22/11/2021).

Baca juga: Sosialisasi Pemilu 2024, KPU Bulungan Luncurkan Tenguyun Podcast

Baca juga: KPU Bulungan Tetapkan Pasangan Syarwani-Ingkong Ala Sebagai Bupati dan Wabup Terpilih

Baca juga: Proses Rekapitulasi Suara Berlanjut, KPU Bulungan Gelar Rapat Pleno Tingkat Kecamatan

Selama ini, para kader DP3 bertugas menyampaikan informasi terkait Pemilu kepada masyarakat desa.

Informasi yang disampaikan pun dari satu sumber yakni pihak penyelenggara Pemilu.

"Kader DP3 kita punya grup dan ini jadi penyambung informasi kita ke desa, jadi kader menyampaikan ke grup-grup desa," katanya.

"Jadi kita terus menyampaikan informasi yang benar bukan menurut ini menurut itu,"
ujarnya.

Baca juga: NEWS VIDEO Hari Terakhir Menjabat, Pjs Gubernur Kaltara Teguh Setyabudi Cek Logistik KPU Bulungan

Dengan adanya program DP3, Lili Suryani berharap masyarakat desa menjadi lebih melek terhadap Pemilu dan menghindari hoax serta money politics.

"Karena kita ingin ada pendidikan pemilih kepada masyarakat, jadi kita ingin menyampaikan informasi terkait lawan hoax dan anti money politics," ungkapnya.

Hingga saat ini, sudah ada 5 desa di Bulungan yang menjadi desa percontohan program DP3, ke depan pihaknya berharap semua desa di Bulungan tergabung dalam program tersebut.

"Kader kita ada 25 orang per desa, kemarin desa yang sudah MoU ada 5 di Tanah Kuning, Mangkupadi, Sajau Hilir, Binai dan Bekeliu kami pilih di sana karena partisipasi di sana rendah di Pilkada kemarin," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved