Breaking News:

Kesehatan

Cara Cegah Dampak Depresi agar Tidak Parah, Ada Buat Wanita Usai Melahirkan

Terkadang, orang terserang depresi. Tantangan rintangan dalam mengarungi kehidupan penuh ragam.

Editor: Budi Susilo
bustle.com
Ilustrasi depresi. Depresi merupakan sebuah penyakit yang ditandai dengan rasa sedih yang berkepanjangan dan kehilangan minat terhadap kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan dengan senang hati. 

TRIBUNKALTIM.CO - Terkadang, orang terserang depresi. Tantangan rintangan dalam mengarungi kehidupan penuh ragam. 

Satu di antara hambatan yang dihadapi adalah terkena depresi. Sebenarnya, apa itu depresi?

Depresi merupakan sebuah penyakit yang ditandai dengan rasa sedih yang berkepanjangan dan kehilangan minat terhadap kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan dengan senang hati.

Tanda depresi berikutnya adalah berhenti menjalankan kegiatan yang biasa dilakukan sehari-hari setidaknya selama dua minggu.

Baca juga: Hasil Pemeriksaan Psikologi Cenderung Depresi, Oknum Ustadz di Kukar Dirujuk ke RSJ Samarinda

Baca juga: Berobat di Amerika, Marshanda Sekarang Sudah Jarang Depresi Bahkan Lebih Berani

Baca juga: Menikah dengan Pendeta Gideon Simanjuntak, Amanda Zevannya Pernah Depresi Pasca Melahirkan

Para penderita depresi biasanya memiliki beberapa gejala seperti, kehilangan energi, perubahan nafsu makan, gangguan tidur (bisa berlebihan, bisa juga kurang dari lama tidur biasanya), cemas, menurunnya kemampuan berkonsentrasi, ketidakmampuan membuat keputusan, rasa tidak tenang, perasaan tidak berguna, bersalah atau putus asa, dan pikiran-pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.

Pada anak-anak, gejala lain adalah menyendiri, menjauhi teman-temannya, rewel atau mudah marah, sering menangis, sulit berkonsentrasi di sekolah, serta terjadi perubahan dalam nafsu makan atau tidur (bisa menjadi berlebihan atau berkurang).

Sementara itu, anak-anak yang usianya lebih muda bisa kehilangan minat bermain.

Di sisi lain, anak-anak yang lebih besar biasanya melakukan hal beresiko lebih tinggi yang sebelumnya tak berani mereka lakukan.

Baca juga: Diduga Depresi Berat, Seorang Pria di Sangatta Coba Bunuh Diri di Jembatan Pinang Kutai Timur

Sehebat apapun depresinya pasti bisa disembuhkan.

Saraf pada otak bersifat elastis dan tidak akan berubah.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved