Breaking News:

Virus Corona di Kaltara

Cakupan Vaksinasi Nunukan Paling Rendah, Jubir Covid-19 Kaltara Sebut Masih Ada Data Belum Terinput

Angka cakupan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Nunukan tercatat menjadi yang terendah dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Kaltara.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI
Jubir Satgas Covid-19 Kaltara Agust Suwandy. Ia mensinyalir masih rendahnya angka cakupan vaksinasi di Nunukan karena masih ada data yang belum terinput. TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Angka cakupan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Nunukan tercatat menjadi yang terendah dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Kaltara.

Merujuk pada data update vaksinasi Covid-19 Kaltara per 22 November lalu, angka cakupan vaksinasi dosis pertama di Nunukan baru menyentuh angka 54,7 persen, adapun untuk vaksinasi dosis kedua masih di angka 37,4 persen.

Jubir Satgas Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mensinyalir masih rendahnya angka cakupan vaksinasi di Nunukan karena masih ada data yang belum terinput.

Belum terinputnya data, menurut Agust Suwandy, terjadi karena cukup sulitnya jaringan internet khususnya untuk yang berada di wilayah perbatasan RI-Malaysia.

Selain itu, faktor geografis juga menyulitkan percepatan peningkatan cakupan vaksinasi.

Baca juga: Tarik Minat Masyarakat Ikut Vaksinasi, Dinkes Kalimantan Utara di Tanjung Selor Siapkan Doorprize

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Capai 66,09 Persen di Kaltara

"Nunukan ini kendala geografis yang sulit, di samping itu ada beberapa input data yang tertunda," kata Agust Suwandy, Rabu (23/11/2021).

"Pelayanan vaksinasi di perbatasan juga beberapa belum diinput, kalau sudah diinput itu menambah cakupan. Seperti kemarin di Malinau itu sudah diinput jadi sudah bertambah cakupan," tambahnya.

Pihaknya mengaku akan terus mendorong kegiatan vaksinasi, mengingat di akhir tahun 2021 Dinkes Kaltara menargetkan angka cakupan vaksinasi sudah menyentuh 70 persen di mana saat ini baru di angka 66,09 persen.

"Tentu kita ingin semua daerah bisa segera bisa mencapai 70 persen, karena di Kaltara akhir tahun kita berharap sudah 70 persen," katanya.

"Dan kita juga ingin ada pemerataan, jadi di tingkat kecamatan dan tingkat desa merata minimal 70 persen, termasuk kategori sasaran juga minimal 70 persen," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved