Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Cerita Guru Honorer di Nunukan Menyambi Jual Sayur Demi Anaknya yang Masih Sekolah

Ada kisah guru honorer di Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara dalam bertahan hidup harus mencari tambahan penghasilan

Editor: Budi Susilo
HO/DAUD
Situasi siswa di perbatasan RI-Malaysia saat belajar di ruangan kelas, belum lama ini di Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Ada kisah guru honorer di Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara dalam bertahan hidup harus mencari tambahan penghasilan dari bidang lain. 

Dialah, Beth Lun Lembudud (53), guru honorer yang tidak lulus PPPK namun masih bersemangat tidak patah arang. 

Dirinya tetap mau memilih mengajar sebagai guru kelas di SDN 013 Krayan Barat, Kabupaten Nunukan.

Di waktu senggang, kadang dirinya menjual sayur mayur.

Baca juga: Kisah Guru Honorer di Nunukan Tidak Lulus PPPK, Tetap Pilih Mengajar meski Berjalan Kaki

Baca juga: Kisah Guru Honorer di Nunukan Lulus Tes PPPK, Sempat Batal Ujian karena Hasil Swab Antigen Reaktif

Baca juga: Kisah Guru Honorer di Wilayah Perbatasan RI-Malaysia yang Lulus PPPK, Sempat 5 Kali Gagal Tes CPNS

Beth Lun menjual sayur keliling kampung demi anaknya yang masih sekolah.

"Suami saya petani sawah dan petani kebun juga. Beberapa hari lalu sudah nanam padi. Kalau sudah tidak nanam, ya bekebun sayur," ujarnya.

Sebagian untuk makan, sebagian di jual. Anak saya yang bungsu SD, satunya lagi kuliah.

"Anak pertama dan kedua sudah selesai kuliah dan bekerja," ungkapnya.

Baca juga: NEWS VIDEO Fakta Viral Guru Honorer Ikut Ujian PPPK dalam Kondisi Stroke hingga Digendong ke Ruangan

Dari hasil jual sayur keliling, kadang Beth Lun membawa pulang Rp 100 ribu bahkan kadang penghasilan di bawah itu.

Namun dirinya dan sang suami tidak patah semangat.

Beth Lun mengatakan, sang suami terkadang masuk hutan mencari kayu bakar lalu dijual dengan harga Rp 500 ribu per kubik.

"Di sini harga sembako mahal, minyak goreng dan gula saja harganya sampai Rp 35 ribu," ujarnya.

"Kalau berharap satu pekerjaannya saja tidak bisa," pungkasnya.

Baca juga: ADA TEMBUS Rp 6,7 juta! Intip Besaran Gaji PPPK 2021 Termasuk Guru Honorer serta Beda PNS dan PPPK

Dia terpaksa jual kayu bakar, karena sejak pandemi Malaysia lockdown, jadi suplai tabung gas Elpiji tidak ada.

"Karena banyak sudah yang jual kayu bakar, jadi jarang sudah orang pesan sama kami," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved