Wawancara Eksklusif
EKSKLUSIF-Cerita Bupati Kukar Edi Damansyah Raih Pin Emas KTNA Nasional, Blusukan dan Andalkan Data
Buoati Kukar Edi Damansyah memaparkan bagaimana proses KTNA di Kukar dapat mencapai penghargaan bergengsi tingkat nasional tersebut.
Penulis: Aris Joni | Editor: Adhinata Kusuma
Sementara zona tengah lebih identik dengan sawah dan pertanian hortikultura dan zona hulu lebih identik dengan sektor perikanan, namun perikanan air tawar dan padi ladang gunung.
Dalam program pengembangan pertanian pada periode 2021-2026 kami menetapkan lima kawasan yang fokus dalam pengembangan pertanian dengan sistem full mekanisasi.
Jadi peran KTNA ini menyesuaikan potensi yang ada di masing-masing zonasi.
Apa produk unggulan dari tiga zonasi tadi yang ada di Kukar?
Kalau di pesisir itu keunggulannya ada pengembangan tambak-tambak udang, pengembangan ikan bandeng dan beberapa jenis ikan lainnya.
Bahkan, sementara ini juga ada pengembangan budidaya rumput laut yang sangat berkembang di Muara Badak, Marangkayu dan Samboja.
Produk unggulan itu apakah ada yang diekspor?
Untuk produk, ada memang untuk kebutuhan lokal, tapi ada juga yang memang untuk di ekspor seperti di Samboja, Muara Badak dan Anggana, salah satunya rumput laut yang juga sudah disiapkan pemerintah untuk industri hilirnya di Muara Badak.
Apa rahasia sukses sehingga produk unggulan ini tumbuh di KTNA Kukar?
Sebenarnya kerjanya fokus saja. Selama saya diamanahi menjadi ketua KTNA Kukar, saya selalu berkonsolidasi dan fokus pada era kerja baru dengan memperhatikan data-data.
Apakah dalam menjalankan kegiatan di KTNA juga menggunakan sistem digital dalam melengkapi data?
Memang ada data yang kita sesuaikan dengan era digitalisasi, seperti para PPL sudah diberikan bantuan satu PPL satu android.
Nah, itu untuk mengakses data sehingga untuk mengakses data kelompok-kelompok sudah melalui sistem aplikasi yang sudah dibangun.
Sehingga, kita tidak hanya melakukan penguatan pada lembaga dan sistemnya, tapi juga mengikuti era digitalisasi untuk merubah budaya kerja yang berbasis IT.
Apakah partisipasi petani milenial di Kukar tinggi?