Wawancara Eksklusif
EKSKLUSIF-Cerita Bupati Kukar Edi Damansyah Raih Pin Emas KTNA Nasional, Blusukan dan Andalkan Data
Buoati Kukar Edi Damansyah memaparkan bagaimana proses KTNA di Kukar dapat mencapai penghargaan bergengsi tingkat nasional tersebut.
Penulis: Aris Joni | Editor: Adhinata Kusuma
Perkembangan terakhir petani milenial cukup tinggi dan sudah ada di tiap kecamatan di Kukar.
Dan itu menjadi pergeseran generasi para petani yang mana selama ini petani identik dengan kaum yang berusia tua diantara 50 tahunan ke atas, namun sekarang hal tersebut sudah mengalami pergeseran, di mana saat ini sudah mulai tumbuh para petani muda yang menamakan dirinya kelompok petani milenial.
Dari 12 program yang dicanangkan, terdapat tiga program yang mendukung sektor pertanian, seperti 120 embung, 120 kilometer jalan usaha tani dan 30 ribu nelayan produktif, apa yang melatarbelakangi?
Yang melatarbelakanginya itu dari hasil saya blusukan, karena saya ini paling senang keluar masuk kampung dan bersilaturahmi.
Jadi program itu hasil dari aspirasi masyarakat saat saya blusukan.
Sehingga kami masukan ke dalam RPJMD 2021-2026. Tapi implementasinya nanti di tahun 2022 mendatang.
Tapi 2021 ini sudah mulai kita laksanakan. Seperti beberapa titik embung sudah kita bangun dan jalan usaha tani sudah kita tingkatkan dan akan terus berjalan.
Apa yang masih kurang dari KTNA ini dan upaya pemkab untuk mengatasi masalah tersebut?
Ini kurangnya sumber daya manusianya mas, jadi upaya kami nanti ada program pelatihan-pelatihan dan bekerjasama dengan Balai Litbang pertanian dan BPTP Kaltim untuk memberikan pelatihan SDM petani.
Saya juga sudah bertandatangan dengan Menteri Ketenagakerjaan karena akan dibangun BLK di Kukar yang awalnya saya mengusulkan dan disetujui oleh kementerian.
Dan BLK itu fokus dulu pada pelatihan pertanian di Kukar dan harapannya SDM ini dapat terlatih dengan baik.
Kemudian, kita juga mendorong pergeseran petani, di mana animo petani milenial ini juga sudah mulai tinggi. Tapi kendalanya, mereka perlu dilatih bagaimana menjadi petani yang baik.
Bicara soal pariwisata di Kukar, bagaimana mengkampanyekan objek wisata?
Untuk pulau kumala yang dikelola langsung pemerintah Kukar, kita selalu mempromosikan objek wisata tersebut dan kita juga sedang mencari investor untuk mengelola. Nanti kita beri insentif kepada investor tersebut.
Jadi tiga tahun pertama tidak ada perhitungan untuk masuk ke kas kabupaten. Saya hanya minta dikelola aset itu dengan baik dan terpelihara dan nanti skemanya akan dibahas di tahun ketiga untuk sistem bagi hasilnya.