Breaking News:

Berita Berau Terkini

Tiap Tahun Pulau Derawan Kehilangan 1 hingga 2 Meter Daratannya akibat Abrasi

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Saat ini terdapat tiga pantai yang rawan hilang akibat abrasi. Ketiga pantai tersebut adalah, Pantai di Pulau Derawan

Editor: Rahmad Taufiq
HO/HUMAS PEMKAB BERAU
Wakil Bupati Berau Gamalis saat berada di Pulau Derawan melihat lokasi abrasi. Dia mengemukakan, Pulau Derawan setiap tahunnya kehilangan 1 hingga 2 meter daratannya akibat abrasi. HO/HUMAS PEMKAB BERAU 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Saat ini terdapat tiga pantai yang rawan hilang akibat abrasi. Ketiga pantai tersebut adalah, Pantai di Pulau Derawan, Kampung Payung-Payung, dan Pulau Kaniuangan

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau Masrani.

Abrasi yang terjadi setiap tahunnya menjadi ancaman nyata bagi Berau sehingga terancam akan kehilangan wisata bahari yang saat ini menjadi kebanggaan Berau.

Terlebih, tiga kawasan tersebut masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Yang paling terparah itu ya Derawan,” ujarnya, Selasa (30/11/2021).

Baca juga: Sempat Jadi Nelayan, Muhammad Sapar Warga Pulau Derawan Berau Pilih Rental Sepeda, Berikut Alasannya

Baca juga: Jadi Objek Wisata, Kepulauan Derawan Berau Wajib Bebas Rabies

Dia mengemukakan, Pulau Derawan setiap tahunnya kehilangan 1 hingga 2 meter daratannya akibat abrasi.

Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi Disbudpar Berau.

“Tidak menutup kemungkinan, Derawan, Payung-Payung, dan Kaniungan, di masa depan hanya akan menjadi cerita,” katanya.

Ia mengemukakan, upaya penanganan dengan pengusulan program sudah dilakukan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau, guna diajukan ke pemerintah provinsi dan diteruskan ke pusat.

“Kita akan usahakan karena ini urgensinya tinggi, selain itu abrasi juga mengancam sumber air bersih masyarakat, khususnya di Pulau Derawan,” tuturnya.

Walau dianggap mendesak, Masrani justru pesimistis penanganan abrasi dengan memasang pemecah ombak bisa terlaksana segera. Sebab pihaknya sendiri belum memiliki masterplan pariwisata.

“Kemungkinan program kita ini bisa saja ditolak, karena kita belum memiliki masterplan. Makanya kami memprioritaskan juga untuk pembuatan masterplan pariwisata kita,” ungkapnya.

Baca juga: Wakil Bupati Berau Gamalis Ingin Prioritaskan Bangun Jembatan dan Dermaga di Pulau Derawan

Ia menambahkan, adanya pemecah ombak di beberapa pulau yang menjadi destinasi wisata di Berau, memiliki peran yang sangat penting.

Jangan sampai destinasi wisata yang sudah mendunia ini, nantinya hanya tinggal nama karena sudah tergerus ombak.

“Nanti orang datang ke sini jadi bingung karena tinggal nama,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved