Berita Nunukan Terkini
1.000 Tabung Elpiji Terkendala Izin Ekspor dari Malaysia, Warga Krayan Nunukan Minta Bersabar
Ketua Asosiasi Pengusaha Perbatasan Indonesia (Asppindo) Krayan, Novliana Turan, menyampaikan perihal 1.000 tabung elpiji masih terkendala izin ekspor
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Ketua Asosiasi Pengusaha Perbatasan Indonesia (Asppindo) Krayan, Novliana Turan, menyampaikan perihal 1.000 tabung elpiji masih terkendala izin ekspor dari Malaysia.
Sebab lain, kata Novliana, Malaysia saat ini dalam masa pemilihan raya. Sehingga kemungkinan pasca pemilihan raya administrasi pengiriman tabung elpiji akan diselesaikan.
"Informasi dari Konjen di Serawak, soal elpiji belum ada izin ekspor. Makanya tidak berani dilepaskan, apalagi mau pemilihan raya. Agak sensitif karena yang punya dari Petronas di KL," tutur Novliana Turan.
Dia meminta kepada warga di Krayan untuk lebih sabar menunggu, namun bila warga menginginkan uang pemesanan tabungnya, akan diberikan langsung.
"Kalau ada yang mengeluh kami siap kembalikan uang pendaftaran tabungnya. Karena ada warga yang beri uang DP ada juga yang sudah lunas. Yang jelas tongkat komando ada di Malaysia, kita hanya bisa bersabar," ungkapnya.
Baca juga: Pastikan Pasokan Energi ke Krayan Kembali Pulih, Pertamina Kirim Ratusan Tabung Elpiji
Baca juga: Pemkab Nunukan Minta Warga Kecamatan Krayan Bersabar, 1.000 Tabung Elpiji dari Malaysia Bakal Tiba
Novliana menuturkan, harga jual tabung elpiji 16 Kg dari koperasi di Krayan sebesar Rp 550 ribu per tabung.
"Jadi tabung yang dikirim ke Malaysia ada yang ukuran 14 Kg dan ada 16 Kg. Soalnya kalau menunggu suplai dari Tarakan jumlahnya terbatas. Bayangkan aja biaya pengiriman ke Krayan sekira Rp 1,7 juta per tabung, negara bisa rugi, karena tidak bisa menjangkau kebutuhan masyarakat," tuturnya.
Pasokan Barang Pokok Disuplai dari Malaysia ke Krayan
Diberitakan sebelumnya, pasokan barang pokok kembali disuplai dari Serawak, Malaysia ke wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Selasa (30/11/2021).
Program pengantaran logistik dari negeri jiran itu secara G to G (Government to Government) Malaysia-Indonesia di Sempadan Ba'Kelalan Lawas, Malaysia-Long Midang, Krayan, Indonesia.
Camat Krayan, Haberly mengatakan penghantaran barang pokok ke Krayan masih didominasi oleh bahan material bangunan dibanding sembako.
Adapun jenis barang yang dikirim ke wilayah Krayan yakni sembako, daging, sabun, perlengkapan, material bangunan, BBM, dan gas.
Baca juga: Pertamina Regional Kalimantan Kirim Ratusan Tabung Elpijii ke Krayan Nunukan Kaltara
"Paling banyak material bangunan, ada 66 jenis. Dan paling banyak jenis semen ada 7.050 zak. Sementara untuk sembako dari 71 jenis, paling banyak jenis roti ada 1.326 kotak," kata Haberly kepada TribunKaltara.com, Rabu (01/12/2021), pukul 10.30 Wita.
Menurutnya, alasan jumlah sembako lebih sedikit dibanding bahan material bangunan, karena masih ada stok pada pengiriman sebelumnya.
Bahkan, program Jembara yang bersumber dari APBN juga masih berjalan ke wilayah Krayan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/program-pengantaran-logistik-dari-serawak-malaysia-secara-g-to-g-malaysia-indonesia.jpg)