Berita Samarinda Terkini
Ikut Seminar, Guru dan Kepsek di Samarinda Dapat Pemaparan Soal Tantangan Pendidikan di Era Global
Seminar Pendidikan yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Kamis (2/12/2021) menghadirkan salah satu narasumber Helen Rusianto selaku HR Di
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Seminar Pendidikan yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Kamis (2/12/2021) menghadirkan salah satu narasumber Helen Rusianto selaku HR Director and Founder Esa Cipta Harapan School.
Ia menyampaikan materi terkait tantangan dunia pendidikan di era globalisasi.
Helen sendiri merupakan putri asli Kota Samarinda yang sejak SMP menempuh pendidikan di luar negeri, namun ia memutuskan untuk kembali ke daerah dan membangun sekolah sebagai bentuk partisipasinya kepada kemajuan pendidikan di tanah kelahirannya.
Berdiri sejak tahun 2013, Esa Cipta Harapan School dikatakannya memiliki jenjang pendidikan dari TK hingga SMP dengan sistem pembelajaran yang memadukan kurikulum nasional dan internasional.
“Kami menggunakan kurikulum K13, dan diperkaya dengan kurikulum internasional, selama ini kita menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi, dengan dididik menggunakan bahasa asing pelajar tidak hanya bisa berkomunikasi dengan kawannya dari Indonesia saja, namun juga bisa berinteraksi secara internasional,” ujar Helen.
Baca juga: Jadi Narasumber Seminar di Samarinda, Walikota Andi Harun Inginkan Peningkatan Kualitas Pendidikan
Baca juga: Perwali SPM PAUD Jadi Regulasi Acuan, Maksimalkan Pelayanan Pendidikan Pra Sekolah Dasar
Helen mengharapkan agar dengan kesadaran akan perubahan era globalisasi yang ditandai dengan berkembangnya teknologi informasi, pengajar dan pendidik di Kota Samarinda bisa menyesuaikan pola pembelajarannya di sekolah untuk menghasilkan kualitas siswa yang dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dalam materinya, Helen yang didampingi praktisi pendidikan Liu Ay Ling memaparkan tentang Extreme Future, di mana anak-anak yang saat ini merupakan generasi milenial tumbuh bersama teknologi informasi yang mengharuskan guru-gurunya menyesuaikan dengan kondisi yang sama dalam menyampaikan ilmu dan pendidikan di sekolah.
“Ini agar meskipun mereka orang samarinda, orang Indonesia namun mereka bisa bersaing dengan orang-orang di dunia global, maka Esa Cipta Harapan ini menjadi bagian dari pendidikan di Samarinda yang ingin mewujudkan itu,” ujar Ay Ling menambahkan.
Menyampaikan pemaparannya selama 30 menit, dalam seminar yang diadakan di ruang rapat utama Balaikota Samarinda itu beberapa guru dan kepala sekolah yang hadir baik secara langsung dan virtual juga menanyakan beberapa hal tentang kondisi dunia pendidikan di kota Samarinda kepada Helen.
Kepala Dinas Pendidikan Samarinda, Asli Nuryadin menambahkan dalam kesempatan yang sama bahwa kemungkinan kurikulum pendidikan Indonesia di tahun 2022 akan berubah lagi.
Ia mengatakan itu merupakan upaya penyesuaian perkembangan zaman.
Baca juga: Telkomsel Hadirkan Skul.id, Aplikasi Penunjang Pendidikan untuk Wilayah Tapal Batas Kaltara
“Saya harap juga kurikulum itu nantinya juga tidak terlalu ‘gemuk’ ya, kalau dikatakan Bu Helen di luar negeri itu yang wajib hanya sains, matematika dan bahasa inggris, yang lain itu peminatan, selain daripada itu saya kira anak-anak tidak perlu dijejali,” ungkap Asli Nuryadin.
Asli juga mengharapkan melalui seminar yang diadakan, ada perubahan dalam pendidikan di kota Samarinda agar semakin memberikan kualitas yang lebih baik dari yang ada sekarang.
Mengingat pemerintah telah memberikan perhatian berupa alokasi anggaran hampir Rp 100 miliar di bidang pendidikan agar anak didik dan siswa bisa membuahkan prestasi dan kualitas yang baik.
“Wujud perubahan itu tentunya melalui prestasi baik akademik dan non akademik, bagainmana sekolah kita bisa menorehkan prestasi di tingkat nasional, dan anak-anak kita juga bisa mengharumkan kota Samarinda, itu yang harus kita tingkatkan,” ucap Asli Nuryadin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/helen-rusianto-hr-director-and-founder-esa-cipta-harapan-school-kiri-memberikan-materi.jpg)