Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Perwali SPM PAUD Jadi Regulasi Acuan, Maksimalkan Pelayanan Pendidikan Pra Sekolah Dasar

Kegiatan sosialisasi Perwali Kota Tarakan Nomor 37 Tahun 2021 tentang, Penyelenggaraan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Anak Usia Dini (SPM PAUD)

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ANDI FAUSIAH
Walikota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes bersama Kadisdik Tarakan Drs. Tajuddin Tuwo dan Kasi PAUD Disdik Tarakan saat melakukan sosialisasi SPM PAUD pra sekolah, Rabu (24/11/2021).TRIBUNKALTIM.CO/ANDI FAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN– Kegiatan sosialisasi Perwali Kota Tarakan Nomor 37 Tahun 2021 tentang, Penyelenggaraan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Anak Usia Dini (SPM PAUD) 1 (Satu) Tahun Pra Sekolah Dasar digelar Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Rabu (24/11/2021).

Dikatakan Walikota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, SPM sendiri di dalam pemerintahan menjadi sebuah keharusan.

Karena SPM ini adalah hal paling mendasar yang harus dipenuhi setiap pelayanan termasuk pelayanan pendidikan.

“Bukan hanya PAUD, SD dan SMP semua sudah dibuatkan perwalinya. Dalam SPM ini harus memenuhi standar mulai dari kurikulum, sarpras bagaimana, supaya lulusan tidak terjadi disparitas besar. Semua harus sama saat dididik dalam satu unit level,” ujarnya.

Baca juga: Setelah Pembahasan Panjang, Depeko Tarakan Usul UMK 2022 Rp 3.774.378,35 ke Gubernur Kaltara

Baca juga: KPAI Bersua dengan Disdik dan SDN 051 Tarakan, Bahas Persoalan 3 Anak tak Naik Kelas

Baca juga: Ribuan Buruh di Tarakan Turun ke Jalan, Serikat Pekerja Tuntut UMK Naik Rp 50 Ribu Atau 1,9 Persen

Menyoal SPM ini, outputnya ia ingin anggaran yang sudah digelontorkan bisa terarah. Jangan sampai pemanfaatannya berbeda di setiap sekolah.

“Oleh karena itu anggaran yang diberikan pemerintah pusat termasuk pemerintah kota biaya operasional dibuat standar supaya pemanfaatannya lebih terarah,” tegasnya.

Dikatakan Kamal, Kasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan, latar belakang kegiatan ini sebenarnya bukan kegiatan baru karena sudah dua tahun berjalan sejak 2020 dari Kemendikbud.

Ia melanjutkan, dalam hal ini anggaran yang digelontorkan berasal dari APBN dan difasilitasi Kemendikbud untuk mendukung percepatan Perwali Kota Tarakan Nomor 37 Tahun 2021 tentang, Penyelenggaraan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Anak Usia Dini (SPM PAUD) 1 (Satu) Tahun Pra Sekolah Dasar.

Dilanjutkan Kamal, tahun ini 100 kabupaten/kota mendapatkan alokasi dana tersebut dan Tarakan salah satunya.

Di Kaltara sendiri ada tiga wilayah sebutnya, yakni Tarakan, Nunukan dan Malinau.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved