Berita Penajam Terkini
Melirik Pembuatan Kapal Nelayan di Kayu Api Penajam, Pemesan dari Jawa Hingga Bali
Warga Kayu Api, Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), telah dikenal sebagai pembuat perahu tradisional nelayan
TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM- Warga Kayu Api, Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), telah dikenal sebagai pembuat perahu tradisional nelayan hingga kapal nelayan berukuran besar.
Berbagai macam jenis kapal nelayan tersebut memiliki berbagai ukuran dan bentuk yant berbeda-beda.
Ada yang berukuran kecil hingga berukuran besar yang mampu mengangkut hingga berton-ton.
Salah satu warga pengrajin kapal nelayan, Salam (50) yang sejak 20 tahun berkecimpun di dunia perkapalan kayu mengatakan, bahwa selalu mendapatkan pesanan untuk membuat kapal nelayan baik pesanan dari Kalimantan bahkan dari luar daerah.
"Pesanan yang paling jauh dari Sendang Biru, Pacitan Jawa Timur, kemudian ada pesanan dari Bali juga, kalau kapal sudah jadi, mereka akan datang dan mengambil kapalnya," kata Salam, Rabu (8/12/2021).
Baca juga: Pedagang Mie Ayam di Penajam Menjerit Akibat Kenaikan Harga Cabai Hingga Rp 90 Ribu/Kg
Baca juga: Vaksinasi Capai 66 Persen, PPKM di Kabupaten Penajam Paser Utara Turun ke Level 1
Baca juga: Banjir Rob di Kampung Baru Penajam, Lurah Diminta Bersurat Minta Bantuan Alat Berat
Pria kelahiran asli Kayu Api yang telah dikaruniai empat anak tersebut untuk saat ini hanya membuat dua jenis kapal nelayan.
Yaitu jenis Kapal Pedaeng Besar dengan panjang 22 meter dan lebar 4,5 meter.
Kemudian Kapal Pedongkol Kecil yang memiliki ukuran 18 meter dan lebar 3,5 meter.
"Untuk harga kapal pedongkol Rp 170 juta. Sementara untuk kapal ukuran besar yaitu kapal pedaeng itu sampai Rp 300 juta-an," ujar Salam.
Sementara dijelaskan Salam, proses pembuatan kapal besar dan kapal kecil nelayan memiliki waktu pengerjaan yang berbeda-beda.
Pembuatan kapal besar bisa mencapai hingga enam bulan. Sementara proses pembuatan kapal kecil bisa mencapai tiga bulan.
Untuk jenis kayu yang digunakan Salam dalam pembuatan kapal nelayan meliputi kayu ulin, kayu jati dan kayu bungur.
Baca juga: Dinas Sosial Penajam Paser Utara Beber Nasib Disabilitas di Daerah Calon Ibu Kota Negara
Dirinya mengungkapkan bahwa pemesanan kapal tidak mesti ia dapatkan setiap tahunnya.
Kadang dirinya mendapatkan pesanan hingga dua unit kapal dalam satu tahun.
"Kadang setahun ada dua pesnanan kapal, kadang dalam satu tahun ga ada sama sekali. Jadi tergantung pesanan," ujar Salam. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/suasana-pengrajin-kapal-nelayan-membuat-kapal-nelayan-di-desa-kayu-ap.jpg)