Natal dan Tahun Baru

Wabup Berau Sidak Gudang Distributor, Stok Aman Namun Ada Indikasi Kenaikan Harga Jelang Nataru

Wakil Bupati Berau, Gamalis bersama Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan melakukan sidak ke beberapa distributor bahan sembako

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Wakil Bupati Berau, Gamalis melakukan sidak ke gudang distributor dan temukan beberapa kendala.TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB- Wakil Bupati Berau, Gamalis bersama Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan melakukan sidak ke beberapa distributor bahan sembako, untuk melihat kondisi stok menjelang Natal dan Tahun Baru.

Kunjungan tersebut, terbagi menjadi 5 distributor besar juga bersamaan pengecekan barang di gudang Bulog.

Pihaknya mengumpulkan beberapa keluhan dari distributor, terutama beberapa barang yang diprediksikan akan melonjak kedepannya termasuk minyak goreng.

Namun, Gamalis mengakui setelah berbincang langsung dengan pihak distributor, bahwa stok sembako terutama beras dapat bertahan hingga 6 bulan kedepan, dan harga cenderung aman.

Baca juga: Stok Sembako di Balikpapan Langka, Jadi Alasan Pedagang Naikkan Harga

Baca juga: DPRD Balikpapan Minta Dinas Perdagangan Pantau Harga Sembako Jelang Natal dan Tahun Baru

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Wagub Kaltim Sebut Stok Sembako Aman hingga 3 Bulan ke Depan

“Stok aman saja, ada beberapa harga naik, termasuk minyak goreng dan sudah dari beberapa bulan kemarin ya. Harga juga masih sesuai dengan HET untuk barang pokok lainnya, tinggal pedagang saja yang jangan memainkan harga,” jelasnya kepada TribunKaltim.Co, Rabu, (8/12/2021).

Gamalis juga membeberkan pihak distributor sebagian merasa khawatir, jika kenaikan harga bisa terjadi di beberapa bahan sembako.

Menurutnya, terdapat dua faktor. Yakni, ongkos angkut ke daerah luar kecamatan kota, dan harga ongkos kirim peti kemas yang ikut naik.

“Beberapa distributor bilang, mereka saat ini kesulitan solar untuk mengirimkan ke daerah pesisir, termasuk daerah Kelay dan Segah. Ini kan kekhawatiran mereka jika nanti kedua masalah itu, dapat menimbulkan ongkos kirim,” bebernya.

Pada dasarnya pihak distributor mengeluhkan harus antri lebih lama untuk mendapatkan solar, dan kadang kehabisan.

Hal itu juga bisa berpengaruh untuk ketersediaan stok di daerah luar kecamatan kota.

Gamalis segera memberikan solusi, seperti meminta untuk pihak distributor mengirim surat ke Bupati dan meminta pihak distributor untuk menjadi prioritas untuk diberikan jatah bbm terlebih dahulu.

“Harus diakui kalau memang masih harus banyak antri, tapi kan solusinya sudah ada, bisa bersurat ke Bupati Berau, nanti Pemkab Berau berikan kemudahan. Yang penting distribusinya jangan sampai lambat dan tidak tersedia,” ungkapnya.

Baca juga: Tak Ada Lagi Subsidi Ongkos Angkut untuk Krayan Nunukan, Stok Sembako Banyak di Gudang Koperasi

Sementara itu, terkait ongkos kirim peti kemas yang meningkat, pihak Pemkab Berau perlu duduk bersama mengantisipasi hal ini, lantaran pihak mereka termasuk swasta.

“Kalau bisa nanti kita tinjau juga daerah lain selain Kecamatan kota, dan untuk harga kirim kontainer itu, ya harus dirundingkan bersama, yang masalah ini belum ada solusinya,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved