Virus Corona di Nunukan

Cakupan Vaksinasi Covid-19 Nunukan Terendah di Kaltara, Dinkes Beber Masalah Input Data

Angka cakupan vaksinasi di Kalimantan Utara atau Kaltara telah menyentuh 70,51 persen untuk dosis pertama

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI
Kegiatan vaksinasi Covid-19 yang dikoordinasikan oleh BINDA Kaltara di Pasar Induk Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara pada Minggu (12/12/2021). TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Angka cakupan vaksinasi di Kalimantan Utara atau Kaltara telah menyentuh 70,51 persen untuk dosis pertama.

Di mana Tarakan menjadi daerah dengan cakupan tertinggi dengan angka 78,3 persen.

Diikuti Kabupaten Bulungan 74,8 persen, lalu Kabupaten Tana Tidung sebesar 70,6 persen dan Malinau 67,6 persen.

Sementara Kabupaten Nunukan menjadi daerah dengan cakupan vaksinasi terendah se-Kaltara, yakni masih di angka 59,1 persen.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Malinau Belum Capai 70 Persen, Kadinkes Beber Penyebabnya

Baca juga: Gadis 18 Tahun di Nunukan Dipaksa Konsumsi Miras, Dirudapaksa 5 Pria Bergantian, Kini Hamil 6 Bulan

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Nunukan, Pekerja Imigran Pulang Secara Ilegal, 1 Terindikasi Positif Covid-19

Menurut Kepala Dinkes Kaltara Usman, ada beberapa faktor penyebab rendahnya cakupan vaksinasi di Nunukan.

Seperti data vaksinasi yang belum terinput, hingga data vaksinasi terinput di daerah lain di luar Nunukan.

"Ada beberapa faktor sebenarnya di Nunukan rendah," kata Kepala Dinkes Kaltara Usman, Minggu (12/12/2021).

"Pertama, pelaporan vaksinasi itu lewat aplikasi P-Care, ada kemungkinan data yang belum terinput, artinya sudah divaksinasi tapi belum terinput," ujarnya.

"Kedua, ada pelayanan vaksinasi warga Nunukan tapi P-Carenya bukan Nunukan, jadi masuk ke cakupan daerah lain," tambahnya.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Nunukan, Bertambah 19 Pasien Covid-19, Dua Pasien Probable Meninggal Dunia

Menurutnya, potensi data cakupan vaksinasi Nunukan masuk ke daerah lain, dapat disebabkan oleh aplikasi penginputan instansi pelaksana vaksinasi.

Masing-masing pemberi layanan vaksinasi ada P-Care nya. Misalnya, KKP Tarakan lakukan vaksinasi di Nunukan dan pakai P-Care mereka jadi masuknya di cakupan Tarakan.

"Bisa jadi begitu, karena banyak instansi yang membantu kita," terangnya.

Pihaknya mengaku akan menganalisa lebih lanjut, terkait penyebab masih rendahnya cakupan vaksinasi di Nunukan.

Bila penyebabnya ialah masuk dalam P-Care daerah lain, maka pihak Dinkes Kaltara meminta Puskesmas di masing-masing daerah untuk melakukan pengecekan ulang secara mandiri bagi warga yang telah divaksin.

"Itu yang kami analisis, apa betul masyarakat belum tervaksinasi atau hanya masalah data P-Care masuk di wilayah kabupaten lain," katanya.

"Saya nanti minta Puskesmas masing-masing untuk melakukan sweeping, mendata kembali warga yang belum tervaksinasi," ujarnya.

Namun, apabila penyebab vaksinasi karena memang masih banyak masyarakat yang belum divaksin, Dinkes Kaltara mengaku akan bekerja sama dengan BINDA Kaltara untuk mempercepat vaksinasi.

"Kami juga analisis apakah betul masih banyak masyarakat yang belum tervaksinasi di Nunukan? Kalau iya kita lakukan strateginya dengan vaksinasi massal dan BINDA siap membantu karena vaksin tersedia," terangnya. (*)

Sumber: Tribun kaltara
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved