Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Gubernur Kaltara Atur Tarif Batas Bawah dan Batas Atas Air PDAM, Berlalu Mulai 1 Januari 2022

Gubernur Kaltara mengeluarkan aturan terbaru mengenai tarif batas atas dan tarif batas bawah pemakaian air bersih PDAM

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
Tarif air PDAM resmi diatur dalam SK terbaru Gubernur Kaltara.TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN- Gubernur Kaltara mengeluarkan aturan terbaru mengenai tarif batas atas dan tarif batas bawah pemakaian air bersih PDAM.

Ini diatur dalam SK Nomor 188.44/K.757/2021 tentang Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah BUMD Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum Dalam Wilayah Provinsi Kaltara yang ditetapkan pada tanggal 16 November 2021, dan akan diberlakukan mulai 1 Januari 2022 mendatang.

Dirut Perumda Tirta Alam PDAM Tarakan, Iwan Setiawan mengatakan, dalam SK Gubernur tersebut Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang menetapkan tarif untuk Kota Tarakan yakni Rp 7.613 untuk Tarif Batas Bawah dan Tarif Batas Atas sebesar Rp 15.027 per meter kubik.

Ia mengatakan, tarif rata-rata air di Kota Tarakan baru sekitar Rp. 5.232 per meter kubik atau masih jauh lebih rendah dari Kota-kota lain.

"Misalnya Balikpapan tarif rata-ratanya sudah di angka Rp 9.400 per meter kubik. PDAM Tarakan ke depan harus sehat, maka diperlukan penyesuaian tarif yang rasional dan tidak membebani masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Pembuang Oli di Sungai Kampung Bugis Belum Ketemu, PDAM Tarakan Jamin Air ke Pelanggan Tak Tercemar

Baca juga: PDAM Tarakan Untung Rp 7 Miliar, Walikota Bakal Evaluasi Empat Perumda Lainnya

Baca juga: Syarat Pemasangan Sambungan PDAM Tarakan Gratis untuk Rumah Tangga

Ia melanjutkan, PDAM Tarakan kelak bisa mandiri tidak menyusu atau bergantung lagi dengan pemerintah daerah.

Sehingga dana-dana yang selama ini buat PDAM bisa dialihkan untuk kegiatan yang lain seperti membangun fasilitas umum, fasilitas jalan, fasilitas kesehatan dan fasilitas lainnya.

"Kalau hitungan BPK itu Rp 6.880 sekian. Nah kita masih hitungan dulu. Tarif wajar untuk Tarakan kan berapa gitu. Sampai sekarang kan masih ada dijual Rp 1.400 per meter kubik. Dan ibu rumah tangga Rp 2.400-an per meter kubik," ujarnya.

Artinya dengan nomimal itu, lanjutnya bisa dikatakan masih jauh di bawah tarif batas bawah yang ditetapkan Gubernur Kaltara.

Sehingga lanjutnya nanti jika ingin dinaikkan, tidak lagi seperti itu. Nanti akan menggunakan subsidi silang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved