Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Wabup Nunukan Akui Banyak Pembudidaya Perikanan Tak Punya Sertifikasi Lahan Usaha, Karena Hal Ini

Wakil Bupati atau Wabup Nunukan, Hanafiah mengakui banyak pembudidaya perikanan yang belum punya sertifikasi lahan usaha.

TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS
Wakil Bupati Nunukan menyerahkan sertifikat lahan usaha kepada pembudidaya ikan di Nunukan, Selasa (14/12/2021). TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Wakil Bupati atau Wabup Nunukan, Hanafiah mengakui banyak pembudidaya perikanan yang belum punya sertifikasi lahan usaha.

Menurutnya, masih banyak pembudidaya perikanan yang beranggapan bahwa proses sertifikasi lahan usaha terlalu rumit dan terbilang mahal.

"Masih banyak pembudidaya perikanan di Nunukan yang belum punya sertifikasi lahan usaha. Dan mereka belum terlalu merasa penting untuk mengajukan proses sertifikasi atas lahan usahanya," kata Hanafiah kepada TribunKaltara.com, Rabu (15/12/2021), pukul 09.00 Wita.

Padahal, selain sertifikasi lahan memberikan kepastian hukum, juga bisa digunakan sebagai agunan untuk mendapatkan pinjaman bank.

"Sertifikasi lahan bisa dijadikan agunan untuk mendapat pinjaman di bank. Itu kan bisa menambah modal usaha," ucapnya.

Baca juga: Pemprov Kalimantan Utara Dorong Sertifikasi Lahan Tambak, Begini Keuntungannya

Baca juga: Sebanyak 1.053 Tanah Belum Memiliki Sertifikat, Pemkab Penajam Targetkan Sertifikasi Lahan Selesai

Baca juga: Hindari Pungli PTSL, Walikota Samarinda Andi Harun Akan Seragamkan Biaya Pengurusan Sertifikat Tanah

Menyikapi itu kata Hanafiah, Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Badan Pertanahan Nasional melaksanakan program sertifikasi hak atas tanah pembudidaya ikan di seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Nunukan.

Program itu dilaksanakan secara lintas sektor yang tujuan utamanya meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya perikanan di seluruh tanah air.

"Kemarin kami berikan sertifikat lahan usaha pembudidaya ikan di Nunukan. Saya berharap para pembudidaya ikan memiliki akses permodalan yang lebih baik lagi. Selanjutnya bisa digunakan untuk memperluas usaha perikanannya," ujarnya.

"Saya berpesan kepada pembudidaya ikan yang lahannya telah disertifikasi, agar semakin bersemangat dalam mengelola usahanya," bebernya.

Kalaupun harus dijadikan agunan di bank, pesan Hanafiah, agar itu digunakan secara bijak dengan hitung-hitungan yang matang. "Jangan sampai dapat pinjaman, lalu digunakan untuk hal yang tidak produktif," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved