Virus Corona di Tarakan
2 Tahun Pandemi Covid-19 di Tarakan, Kirab Bendera Merah Putih jadi Obat Rindu Warga
Dua tahun Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, dilanda pandemi Covid-19.
Penulis: Risnawati | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Dua tahun Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, dilanda pandemi Covid-19.
Dua tahun itu pula tidak ada perayaan besar-besaran dan pesta mewah menyambut HUT Kota Tarakan yang jatuh pada 15 Desember.
Kirab Bendera Merah Putih yang dilaksankan pada Minggu (19/12/2021) cukup menjadi pengobat rindu masyarakat Kota Tarakan.
Ini terlihat dari antusias masyarakat Tarakan menantikan parade bendera.
Baca juga: Pekan Ke-3 Desember, Dosis 1 dan 2 di Tarakan Lampaui Target, Vaksin Anak 6-11 Tahun Tunggu Pusat
Baca juga: Kejar Target Sasaran, BINDA Kaltara Gelar Vaksinasi di Pasar Induk Tanjung Selor
Baca juga: UPDATE Virus Corona di Tarakan, Bertambah 27 Kasus Positif, Muncul Klaster Pilkada
Proses memulainya dari Jalan Mulawarman tepatnya di depan Bandar Udara Internasional Juwata, Kota Tarakan.
Beruntung kondisi cuaca begitu bersahabat hari ini tak begitu panas.
Pelaksanaan Kirab Bendera Merah Putih begitu disambut warga, di setiap sudut Jalan Mulawarman dan Jalan Yos Sudarso.
Orang-orang berdiri mengambil jatah tempat masing-masing dan mengabadikan momen kirab.
Baca juga: UPDATE Virus Corona di Tarakan, Tambah 5 Pasien Sembuh dari Covid-19, Ada yang Usia 18 Tahun
Pantauan TribunKaltara.com, di jembatan penyeberangan persimpangan GTM juga tak luput dari warga yang ingin menonton dari ketinggian.
Seperti diakui Sahara, warga Kelurahan Kampung Empat Kota Tarakan, ia sengaja memilih jembatan penyeberangan mengabadikan momen.
Karena dari ketinggian jembatan bisa menyaksikan panjang bendera yang dibawa rombongan sepanjang 500 meter.
"Jadi sengaja bawa anak-anak ke sini kebetulan weekend. Mau nonton kirab bendera. Saya tahunya dari teman-teman grup WA dan status teman-teman soal kirab untuk merayakan HUT Tarakan yang ke-24," ungkap Sahara.
Ia melanjutkan, kirab sepanjang 500 meter ini menurutnya pribadi karena berangkat dari rasa nasionalisme Merah Putih dikirab sepanjang 500 meter itu suatu kebanggaan.
"Bangga juga. Ini juga mengobati rindu warga Tarakan kan karena sudah dua tahun tidak bisa dirayakan karena pandemi," bebernya.
Rita berharap di momen ulang tahun Kota Tarakan ini agar dapat lebih maju dari sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/cukup-menjadi.jpg)