Breaking News:

Virus Corona di Tarakan

Pekan Ke-3 Desember, Dosis 1 dan 2 di Tarakan Lampaui Target, Vaksin Anak 6-11 Tahun Tunggu Pusat

Memasuki pekan ketiga Desember 2021, realisasi vaksinasi di Kota Tarakan mencapai 79,76 persen untuk dosis pertama atau sekitar 149.253 jiwa

TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
Kegiatan vaksinasi masih terus dikebut sampai bisa melampaui 80 persen dari target nasional. TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Memasuki pekan ketiga Desember 2021, realisasi vaksinasi di Kota Tarakan mencapai 79,76 persen untuk dosis pertama atau sekitar 149.253 jiwa.

Sementara dosis kedua mencapai 63,95 persen atau sekitar 119.669 jiwa. Data ini dirilis Dinkes Tarakan per Kamis (16/12/2021) sore.

Dibeberkan Wali Kota Tarakan, dr Khairul dalam beberapa hari ke depan target vaksinasi akan terus dikejar.

“Memang saat ini ada dua hal yang terus digaungkan dua sejoli. Yakni pertama masker dan kedua vaksinasi. Kalau vaksinasinya cukup, maka maskernya lagi yang masih harus tetap digunakan,” ungkapnya.

Jika melihat angka kasus saat ini, per Rabu (15/12/2021) angka kasus aktif hanya satu orang dan saat ini tak ada pertambahan kasus.

Baca juga: Jadi Kado HUT ke-24 Tarakan, dr Khairul Terima Penghargaan Golden Awards IV 2021 dari SIWO PWI

Baca juga: Medco Perpanjang Kontrak Jargas di Tarakan hingga 2042, Perhari Alokasikan 2,3 MMSCFD Gas untuk PLN

Baca juga: Kebut Realisasi Vaksinasi Covid-19, Sasar Puluhan Tahanan Polres Tarakan

dr Khairul meyakini jika melihat trennya, tidak akan terjadi ledakan gelombang ketiga jika vaksinasi sudah merata dilaksanakan oleh masyarakat Kota Tarakan.

“Kalau vaksinasi ini sudah di atas 80 persen. Tentu harapan kita begitu,” ujarnya.

Masih berbicara vaksin kata Khairul, untuk anak usia 6-12 tahun memang belum menerima instruksi dari Pemerintah Pusat. “Kita menyesuaikan alokasi vaksin. Kalau pusat minta dilaksanakan maka kami akan mulai melaksanakan,” ujarnya.

Ia melanjutkan alasan belum dilaksanakan karena lagi-lagi persoalan logistic vaksinasi yang mungkin belum disiapkan.

“Tentu harus disiapkan lagi. Makanya kenapa pelaksanaannya tidak serempak di Indonesia. Yang kami kejar sekarang ini memang 12 tahun ke atas agar bisa menyentuh angka 80 persen,” pungkasnnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved