Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Tren Kuliner 2022, Jamu dan Makanan Sehat jadi Favorit Lagi

Masa pandemi Covid-19 membuat orang memiliki kesadaran lebih tinggi dalam memilih makanan yang memberi efek buruk pada kesehatan.

Editor: Budi Susilo
thinkstockphotos.com
Ilustrasi jamu rempah-rempah. Masa pandemi Covid-19 membuat orang memiliki kesadaran lebih tinggi dalam memilih makanan yang memberi efek buruk pada kesehatan. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Masa pandemi Covid-19 membuat orang memiliki kesadaran lebih tinggi dalam memilih makanan yang memberi efek buruk pada kesehatan.

Tidak sekadar mencicipi, tapi mencari manfaat untuk kesehatan dan kekuatan tubuh. Selama pandemi orang pun mulai peduli untuk memilih menu sehat.

Hal ini diungkapkan oleh pegiat kuliner Santi Serad. Beberapa waktu terakhir banyak orang yang mengubah pola makan.

Dan bahkan memilih jenis makanan yang ingin dikonsumsi.

Baca juga: Cara Bikin Bubur Sagu Super Enak, Kuliner Tradisional Sangat Cocok untuk Menu Sarapan Hari ini

Baca juga: Resep Nasi Tim Jamur Enak, Menu Sarapan Sehat dan Bisa Bikin Perut Kenyang Lebih Lama

Baca juga: 6 Tempat Makan Malam di Bali yang Super Enak, Kreneng Kuliner Malam yang Menyajikan Nasi Jinggo

Di sisi lain, tren makanan sejak pandemi adalah melihat fungsinya.

Manfaat apa yang bisa didapatkan jika mengonsumsi makanan dan minuman tersebut.

Salah satu minuman fungsional yang digemari selama pandemi adalah jamu. Minuman ini kaya akan rempah-rempah dan dipercaya dapat menyehatkan tubuh.

"Saya rasa banyak orang mengurangi daging. Dan saya melihat fungsional drink, minuman fungsional, makan fungsional juga banyak. Kita kaya dengan minuman rempah-rempah. Tahun ke depan semakin booming menurut aku," ungkapnya di acara Weekend Festival yang diselenggarakan Kompas, Rabu (22/12/2021).

Santi percaya, jika jamu sampai tahun depan akan terus booming. Apa lagi masyarakat mulai memodifikasi kemasan yang menarik.

"Kalau saya lihat kemasan juga menarik. Ada jamu yang berada dalam kaleng. Ini bisa jadi alternatif untuk anak milenial sekarang. Selain itu akan lebih bagus kalau ada cerita atau narasi di belakangnya," papar Sinta lagi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved