Berita Balikpapan Terkini
Balikpapan Siap Terapkan Kurikulum Prototipe Tahun 2022
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Muhaimin menegaskan Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Muhaimin menegaskan Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, siap menerapkan kurikulum prototipe.
Hal itu disampaikan Muhaimin dihadapan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifuddian dan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo.
Ia mengaku menyambut baik adanya kurikulum baru untuk bisa diterapkan di tahun 2022.
Terlebih hal ini dilakukan untuk memulihkan kegiatan pembelajaran imbas pandemi Covid-19.
Baca juga: Penyebab Kebakaran di Gunung Polisi Balikpapan Belum Diketahui, Polisi Tunggu Hasil Puslabfor
Baca juga: Dukung Pendidikan Putra dan Putri TNI-Polri, Pupuk Kaltim Salurkan Beasiswa
Baca juga: Dukung Penguatan Pendidikan Vokasi, Pupuk Kaltim Raih DUDI Awards 2021 dari Kemendikbudristek
Hari ini pihaknya hadir dengam tiga Kepala Bidang, Paud Dikmas, SD dan SMP.
"Kami sudah berkordinasi dan Balikpapan siap menerapkan kurikulum prototipe," ujarnya, Kamis (23/12/2021).
Selama ini, lanjut Muhaimin, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan menerapkan tiga konsep. Legal, logis, dan jalan.
Sehingga untuk menindaklanjuti adanya opsi kurikulum baru tersebut, pihaknya akan melaksanakan rapat di tanggal 28 Desember 2021 bersama Kepala Sekolah SD dan Kepala Sekolah SMP.
"Sudah berdiskusi, meskipun di Balikpapan tidak ada sekolah penggerak, namun kami akan ikut," terangnya.
Kurikulum prototipe diketahui menjadi salah satu opsi kurikulum baru yang ditawarkan Kemendikbudristek untuk menjalankan kegiatan pembelajaran di tahun depan.
Sekolah dibebaskan memilih kurikulum yang akan digunakan.
Apakah akan menggunakan Kurikulum 2013, melanjutkan kurikulum darurat, atau menggunakan kurikulum prototipe.
Di Kota Balikpapan tidak akan dipilih sekolah mana yang bisa melaksanakan kurikulum prototipe. Semua bisa meneraokannya.
"Tidak ada diskriminasi, semua sekolah harus bersiap," tandas Muhaimin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bpn-kalimantan-timur-siap.jpg)