Pesona Borneo
Museum & Gallery Batu Cermin Samarinda, Objek Wisata Baru Hadirkan Suasana dan Pengalaman Khas Dayak
Museum & Gallery Batu Cermin Samarinda, Objek Wisata Baru Hadirkan Suasana dan Pengalaman Khas Dayak
Penulis: Nevrianto |
Jaang mengakui kegiatan sehari-hari mengumpulkan pernik dan sejumlah barang koleksinya tak cukup di rumah pribadinya di Jalan Adam Malik Sungai Kunjang. Ia berinisiatif membangun lamin.
“Sekaligus mengingat kampung halaman di kawasan Long Pahangai Kabupaten Mahakam Hulu Kalimantan Timur,” ujar Jaang.
Syaharie Jaang melanjutkan semua barang dan atribut tradisional Dayak yang dikoleksi jumlahnya mencapai 100 item.
Termasuk sejumlah foto bersejarah dan baju khas saat bekerja memimpin Kota Samarinda.
Museum & Gallery Batu Cermin identik dengan nuansa khas Dayak secara umum. Namun tampilan luar lebih spesifik Dayak Bahau.
Selain itu di lahan lamin ada sekitar 3 hektare memiliki kebun ditanami buah diantaranya pisang, jambu, sejumlah pohon durian, jenis umbi-umbian singkong, dan ditanami pula ratusan pohon sengon Brasil yang baru ditanami tiga bulan lalu serta pohon ulin.
Juga ada kolam ikan patin yang khas daerah Samarinda Kalimantan Timur. Jadi suasana natural alami tampak terasa.
Selain lamin utama, ada bangunan rumah lain berupa dua kamar dengan fasilitas toilet di dalam kamar.
Bangunannya terbuat dari ulin.Tetap menonjolkan ukiran dan struktur bangunan khas Dayak.
Bila pengunjung ingin masuk ke rumah bisa masuk melalui tangga dari bagian bawah lamin menggunakan tangga kayu kemudian memasuki pintu geser bisa masuk ke ruangan lamin.
Berkunjung ke Museum & Gallery Batu Cermin membuka mata pengunjung betapa uniknya adat dan budaya Suku Dayak, terutama Dayak Bahau. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/museum-gallery-batu-cermin_7.jpg)