Berita Kutim Terkini

Pemkab dan DPRD Kutim akan Gelar RDP, Carikan Solusi Atas Pemecatan Ratusan Karyawan PT Thiess

Perusahaan swasta PT Thiess yang beroperasi di Kabupaten Kutai Timur baru-baru ini memecat kurang lebih 600 karyawannya.

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO
Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang mengatakan, pihaknya turut mencari solusi atas pemecatan ratusan karyawan perusahaan PT Thiess di Kutim, Kamis (6/1/2022). TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Perusahaan swasta PT Thiess yang beroperasi di Kabupaten Kutai Timur baru-baru ini memecat kurang lebih 600 karyawannya.

Terkait hal ini, Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan DPRD Kutim.

Tentunya ratusan karyawan tersebut membutuhkan solusi pasca pemecatan, dan Pemkab Kutim bersama DPRD Kutim akan membahas persoalan ini dalam rapat dengar pendapat (RDP).

"Saya sudah tadi berbincang-bincang dengan Ketua DPRD Kutim, (untuk) dicarikan solusinyalah," ujarnya, Kamis (6/1/2022).

Terlebih, menurut Kasmidi Bulang, karyawan yang mengalami pemecatan massal tersebut merupakan masyarakat Kutai Timur yang sudah memiliki kemampuan untuk bekerja di pertambangan.

Baca juga: UMK Tarakan 2022, Apindo Kaltara Beber Jika Dipaksa Naik Rp 50 Ribu akan Ada PHK

Baca juga: Akibat Penutupan Jalan Hauling, PT BEP Berpotensi tak Sanggup Bayar Gaji Pegawai hingga PHK

Oleh karenanya, ia memastikan Pemkab bersama DPRD Kutim akan membantu penyelesaian masalah ini terutama mencari solusi bagi karyawan setelah pemutusan hubungan kerja.

"Apalagi itu memang masyarakat Kutim. Coba nanti kita lihat apakah yang mendapat pekerjaan yang baru itu urusan yang menang tender, atau apakah boleh juga merekrut mereka," ujarnya pada TribunKaltim.co.

Lebih lanjut, ia mengungkap bahwa ratusan karyawan tersebut dikenakan PHK karena pengurangan porsi kerja di perusahaan, bukan karena permasalahan.

Untuk itu, Kasmidi Bulang berharap agar perusahaan lain entah itu menang tender atau sebagainya agar bisa menyerap kembali ratusan karyawan ini.

"Daripada (merekrut) orang luar, kan kita nggak mau ada masalah sosial yang terjadi di sini," ujarnya.

Baca juga: Sengketa Tenaga Kerja di Balikpapan Didominasi Soal PHK, Perusahaan Boleh Kurangi Besaran Pesangon

Namun permasalahan ini belum benar-benar dipahami secara mendalam, oleh karenanya DPRD Kutim dalam waktu dekat akan menggelar rapat dengar pendapat dengan mengundang perusahaan terkait.

Tentu nantinya Pemkab Kutim akan turut mendampingi agar solusi terbaik bisa diberikan kepada ratusan karyawan yang mengalami pemecatan tersebut. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved