Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

UMK Tarakan 2022, Apindo Kaltara Beber Jika Dipaksa Naik Rp 50 Ribu akan Ada PHK

Pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia Provinsi Kalimantan Utara atau Apindo Kaltara, menanggapi keputusan Wali Kota Tarakan, Khairul

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Aksi demo yang terjadi di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara pada Selasa (23/11/2021). Pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Kaltara menanggapi keputusan Wali Kota Tarakan, Khairul yang menetapkan usulan UMK Tarakan, bakal ada PHK jika dipaksa naik Rp 50 ribu.┬áTRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia Provinsi Kalimantan Utara atau Apindo Kaltara, menanggapi keputusan Wali Kota Tarakan, Khairul yang menetapkan usulan UMK Tarakan sebesar Rp 3.774.378,35.

Piter Setiawan, Ketua DPP Apindo Kaltara, mengenai keputusan tersebut pihaknya tak bisa berkomentar banyak.

Menyoal keinginan buruh yang berharap UMK Tarakan sesuai usulan bisa naik 1,9 persen, menurutnya sangat berat bagi pihaknya.

“Kalau misalnya usulan Rp 50 ribu, tentu berat bagi kami. Kita kan gak ada PHK di Tarakan. Kalau nanti terlalu berat, lama-lama kami pakai mesin. Surabaya sudah terjadi,” jelasnya kepada TribunKaltara.com pada Rabu (24/11/2021). 

Baca juga: Kembali Bahas Persoalan UMK Tarakan, Walikota Harap Hasil Pembahasan Bisa Diterima Semua Pihak

Baca juga: UMK Tarakan 2020 Sebesar Rp 3.755.824, Walikota Telah Tanda Tangan, Diharap Dilakukan Pengusaha

Baca juga: UMK Tarakan Naik Jadi Rp 3.761.896,71, Satu-Satunya Daerah di Kaltara yang Menaikkan Upah Minimum

Contohnya di Kota Surabaya, banyak perusahaan yang berganti mesin. Bahkan sampai ada yang pindah ke pelosok.

“Surabaya UMK-nya Rp 4 juta sedangkan kabupaten Nganjuk Rp 1,8 juta ada selisih Rp 2 jutaan maka banyak perusahaan yang bergeser, “ sebutnya.

Sebagai pengusaha ia ingin semua saling menjaga ego. “Jangan mau tinggi, kita harus bisa sama-sama cari makan,” bebernya.

Karena lanjutnya, buruh harus bersyukur karena Tarakan tidak terjadi PHK besar-besaran selama Covid-19.

Baca juga: UMP Kaltara 2022 Diajukan ke Gubernur Zainal Arifin Paliwang, Kenaikan Sebesar Rp 15.934

Lebih jauh ia membeberkan, 1 mesin bisa menggantikan 50 tenaga kerja. Selain biaya perawatan lebih murah hasilnya juga lebih banyak. Sehingga jika ini terjadi, potensi PHK ada.

Kota Tarakan ada Covid-19, tempat kerja di Perikanan tidak ada PHK.

"Kalau kami pakai mesin 1 bisa menggantikan manusia. Biaya perawatan mesin lebih ekonomis,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved