Rabu, 20 Mei 2026

Berita Bontang Terkini

Lima Sekolah di Bontang Ini Terpilih untuk Uji Coba Kurikulum Prototipe

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunjuk 5 sekolah di Bontang, yang dinyatakan layak menerapkan uji coba kurikulum prototipe.

Tayang:
Penulis: Ismail Usman | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Sekolah Dasar Negeri 001 Bontang Selatan, salah satu sekolah yang terpilih untuk uji coba kurikulum prototipe. TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG -  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunjuk 5 sekolah di Bontang, yang dinyatakan layak menerapkan uji coba kurikulum prototipe.

Lima sekolah yang terpilih yakni 3 sekolah tingkat dasar dan 2 sekolah menengah pertama (SMP).

"Untuk sekolah yang lolos, SD Negeri 001 Bontang Utara, SD Negeri 001 Bontang Selatan, dan SD Assamil. kalau SMP itu Negeri 1 dan SMP YPK," ujar Kabid Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparudin, Selasa (11/1/2022).

Ke-5 sekolah ini akan menjadi penggerak bagi peserta didik, atau co-pilot project pelaksanaan kurikulum prototipe di Bontang

Saparudin menjelaskan, ada 32 sekolah di Bontang yang sebelumnya mengikuti seleksi. Namun Kemendikbud hanya meloloskan 5 sekolah.

Baca juga: Mengenal Kurikulum Prototipe di Balikpapan, Ruang Pengembangan Karakter dan Kompetensi

Baca juga: Balikpapan Siap Terapkan Kurikulum Prototipe Tahun 2022

Baca juga: Kurikulum Prototipe Berpotensi Diterapkan di Kaltim, Begini Penjelasan Wakil Ketua Komisi X DPR RI

Nanti setiap sekolah yang terpilih wajib mengikuti metode mengajar yang baru. Proses adaptasi metode ini membutuhkan waktu sekitar 4 tahun. Selama proses itu, kepala sekolah tak boleh diganti. 

"Konsekuensinya karena harus mengadopsi materi baru, maka selama proses transisi dari kurikulum 2013 ke Prototipe tak ada pergantian," kata Saparudin.

Praktik dari kurikulum baru ini, lanjut Saparudin, metode ajar memprioritaskan kecakapan murid, perilaku, projek sains. Berbeda, dengan K-13 yang mengedepankan, materi dalam penilaiannya.

"Nanti pendekatan bukan lagi materi atau konten dasar. namun menggali kompetensi sesuai minat bakat anak didik," terangnya. 

Para guru, juga dilatih untuk menggali potensi tiap anak didik. Bakat alami mereka diasah lebih tajam, tak memaksakan kewajiban dalam bidang akademik literasi atau numerasi. 

Di samping itu, mata pelajaran teknologi dan informasi menjadi materi ajar wajib tiap pelajar. 

“Untuk tahap awal hanya tinggal menunggu SK nya saja. Kalau sekolah lainnya akan dilakukan seleksi lagi oleh kementerian,” terangnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tRibunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved