Jumat, 17 April 2026

Longsor di Samarinda

Longsor Lagi di Jalan Pattimura Samarinda, BPBD Rekomendasi Titik Rawan ke Pemprov Kaltim

Usai dibangun dinding penahan tanah (DPT) atau talur di Jalan Pattimura, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
HO/BPBD SAMARINDA
Longsor yang terjadi di Jalan Pattimura Jumat (7/1/2022) di dekat bukit yang sebelumnya juga terjadi peristiwa serupa dan sudah dibangun DPT atau talud. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Usai dibangun dinding penahan tanah (DPT) atau talur di Jalan Pattimura, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, rupanya longsor kembali terjadi di jalan ini.

Tepatnya pada Jumat (7/1/2022) lalu, saat hujan deras mengguyur Kota Tepian, longsor terjadi di sebelah DPT atau talud yang sudah kokoh berdiri. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda pun juga sudah meninjau lokasi, serta menerbitkan rekomendasi hasil pemantauan kejadian longsor yang terjadi kala itu.

Kepala BPBD Samarinda Suwarso melalui Pejabat Fungsional Analis Kebencanaan Hamzah Umar menyebut longsor terjadi akibat ada genangan lumpur di sisi puncak.

Baca juga: Longsor di Samarinda, Jalan Dayak Bedeng Perumahan Unmul Terisolasi

Baca juga: Waspada Longsor di Samarinda, Sebanyak 31 Kelurahan Masuk Kategori Risiko Tinggi

Baca juga: Walikota Andi Harun Petakan 31 Lokasi Rawan Banjir dan 9 Titik Longsor di Samarinda

Hal itu jadi salah satu penyebab jenuh air, dan bisa menambah potensi longsor. 

Rekomendasi yang diberikan pihaknya, bahwa area ini harus ada penanganan serius.

Serta membentuk desain lereng timbunan yang berstandar, mengingat kemiringan batuan cukup tinggi, agar tidak terjadi longsor susulan akibat jenuh air.

Berdasarkan kajian risiko bencana Samarinda 2019-2023, lokasi Jalan Pattimura berada pada zona resiko bencana tanah longsor dengan indeks 0,6 (ketegori sedang-tinggi).

Baca juga: Longsor di Samarinda, Akses Warga Perum Talangsari Regency Tertutup Tanah, Menunggu Alat Ekskavator

Lantaran ada morfologi perbukitan dan berada pada jalur pengaruh patahan/sesar naik regional. 

"Area ini menjadi perhatian khusus kami. Hasil analisis serta rekomendasi telah disampaikan ke provinsi," ungkapnya, Rabu (10/1/2022) hari ini pada awak media.

Longsor yang terjadi pada hari Jumat lalu, ditegaskan kembali terjadi adanya jenuh air, dari air hujan yang tertahan. 

Volume air jika bertambah, maka beban akan semakin besar sehingga peluang longsor makin besar terjadi.

"Penanganan sementaranya cukup pembersihan material yang longsor, itu sudah dibantu tim dari provinsi," kata Hamzah Umar.

Baca juga: NEWS VIDEO Longsor di Samarinda, Sebuah Rumah Tertimpa Pohon Hingga Terbelah Jadi Dua

Ditambahkan Hamzah Umar, untuk volume longsoran Jumat lalu, sekitar 6.000 meter persegi, sementara kemiringan batuan mencapai 80 derajat dengan lapisan yang strukturnya mudah longsor. 

Bertanya lebih lanjut, terkait jarak aman sudut lereng, dikatakan bahwa kurang dari 45 derajat dengan ketinggian lereng maksimal 5-7 meter.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved