Banjir di Samarinda
Waspada Longsor di Samarinda, Sebanyak 31 Kelurahan Masuk Kategori Risiko Tinggi
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Kota Samarinda, terkait kewaspadaan bencana tanah longsor.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Kota Samarinda, terkait kewaspadaan bencana tanah longsor akibat curah hujan tinggi di Kalimantan Timur.
Tingginya curah hujan sendiri diprediksi melalui press release Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Samarinda yang menyatakan kota tepian akan mengalami awal musim hujan.
Imbauan tersebut dinyatakan melalui edaran Walikota Samarinda nomor 366/1294/011.01 yang ditandatangani langsung oleh Walikota Samarinda, Andi Harun.
Dalam surat tersebut walikota menginstruksikan camat dan lurah se-kota Samarinda untuk mengimbau kepada warga agar berhati-hati terhadap potensi longsor yang terjadi.
Baca juga: Wawali Rusmadi Wongso Ungkap Beberapa Faktor Penyebab Banjir di Samarinda
Baca juga: Tingkatkan Antisipasi Bencana, BPBD Petakan Titik Baru Banjir dan Longsor di Samarinda
Baca juga: BPBD Petakan Rawan Banjir di Samarinda, Walikota Andi Harun: Tetapkan Status Siaga Bencana
"Diinstruksikan kepada camat dan lurah untuk mengimbau warga harus berhati-hati dan waspada dalam menghadapu cuaca musim penghujan ini terutama warga yang tinggal di lokasi rawan longsor," bunyi instruksi dalam surat yang diterbitkan pada Minggu (26/9/2021) tersebut.
Sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Samarinda juga telah mengimbau untuk melakukan giat pengurangan risiko banjir dan tanah longsor.
Walikota Andi Harun mengatakan imbauan ini diterbitkan untuk meningkatkan kewaspadaan warga terhadap potensi bencana longsor di lingkungan tempat tinggalnya.
"Sebagai bentuk kehati-hatian, karena cuaca yang tidak menentu, termasuk pemasangan plang daerah rawan longsor, akan dikerjakan oleh BPBD," sebut Andi Harun saat meninjau vaksinasi massal di GOR Segiri, Senin (27/9/2021).
Baca juga: NEWS VIDEO Longsor di Samarinda, Sebuah Rumah Tertimpa Pohon Hingga Terbelah Jadi Dua
Kepala BPBD kota Samarinda, Hambali juga menyebutkan pihaknya akan menyiapkan pemasangan plang penanda daerah rawan longsor di beberapa titik.
"Kita usahakan untuk tahun ini, kita akan pasang 20 plang di 20 titik," ungkap Hambali.
Adapun BPBD juga merilis daftar daerah risiko tinggi bencana tanah longsor di Kota Samarinda, daerah-daerah tersebut.
Berdasarkan dokumen kajian risiko bencana Kota Samarinda tahun 2019, adalah sebagai berikut :
Kecamatan Palaran:
- Kelurahan Bantuas
- Kelurahan Bukuan
- Kelurahan Handil Bakti
- Kelurahan Rawa Makmur
- Kelurahan Simpang Pasir
Kecamatan Samarinda Ilir:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/waspada-bencana-banjir.jpg)