OTT KPK di PPU

Kadernya Kena Ciduk KPK, Pengurus DPP Demokrat Dukung Upaya KPK dalam Pemberantasan Korupsi

Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gaffur Masud (AGM) bersama beberapa pejabat lainnya ditangkap KPK. Diduga AGM terlibat kasus suap dan gratifika

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM CO/HO
Ketua Departemen Hukum dan HAM DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto. Ia mendukung upaya KPK dalam pemberantasan korupsi di dalam negeri, meskipun salah satu kadernya terkena OTT KPK. TRIBUNKALTIM CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gaffur Masud (AGM) bersama beberapa pejabat lainnya ditangkap KPK. Diduga AGM terlibat kasus suap dan gratifikasi.

Atas OTT yang dilakukan KPK itu mendapat respons dari Pengurus DPP Demokrat.

Ketua Departemen Hukum dan HAM DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto mengatakan, sangat prihatin atas kejadian yang menimpa AGM.

Apalagi saat ini Demokrat terus membangun transparansi, profesionalitas dan integritas dalam internal partai.

"Kejadian ini tentu sangat mengagetkan dan memprihatinkan kita semua," ucapnya ketika dikonfirmasi TribunKaltim.co Kamis (13/1/2022) siang.

Baca juga: Ketua KPK Sebut 10 Orang Diduga Terlibat, Ikut Diamankan Bersama Bupati PPU, Abdul Gafur Masud

Baca juga: KPK OTT di Penajam Paser Utara, Rudy Masud Akui Tak Bisa Hubungi Bupati AGM

Pihaknya pun tidak akan melakukan intervensi atas apa yang dilakukan KPK.

Ia pun mendukung upaya KPK dalam pemberantasan korupsi di dalam negeri, meskipun salah satu kadernya terkena OTT KPK.

"Kami tidak akan pernah menoleransi tindakan-tindakan koruptif dalam segala bentuk. Menghadirkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi menjadi harapan dan keinginan kita semua," ucapnya.

Berdasarkan kasus yang menimpa AGM, menjadi pembelajaran bagi seluruh kader Demokrat, pejabat maupun tokoh politik terkait permasalahan korupsi, jika berani melanggar aturan berarti siap-siap masuk bui.

Baca juga: Pengamat dari Unmul Sebut PPU Sudah Lama Terpantau KPK karena Kebijakan yang Kontroversial

"Pembelajaran berharga buat para pejabat, para pengguna anggaran dan kita semua, jangan main-main dengan uang rakyat, jangan main-main dengan jabatan dan kewenangan. Jauhkan diri dari korupsi karena pemberantasan korupsi tidak akan berhenti. Siapa yang korupsi akan berakhir di bui," ucapnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tRibunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved