Breaking News:

Virus Corona di Berau

Dinas Kesehatan Berau Menduga Varian Omicron Telah Ada di Bumi Batiwakkal

Dinas Kesehatan Berau telah mengirim 10 sampel ke laboratorium rujukan pemeriksaan sampel swab Kementerian Kesehatan.

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi.┬áTRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Kesehatan Berau telah mengirim 10 sampel ke laboratorium rujukan pemeriksaan sampel swab Kementerian Kesehatan.

Hal itu dilakukan guna mengetahui virus varian apa yang menyerang para pelaku perjalanan tersebut.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi, tidak menutup kemungkinan varian Omicron telah ada di Berau.

Penularan akibat varian Omicron ini lebih cepat dari varian delta. Dengan gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan varian-varian sebelumnya.

Dia mengkhawatirkan bahwa kondisi ini akan kembalikan meledak. Akibat lemahnya pengawasan atas diri sendiri saat melakukan perjalanan.

Baca juga: Pasca Penambahan 10 Kasus Positif Covid-19, Berau Terlepas dari Status Zona Hijau

Baca juga: Angka Positif Covid-19 di Kaltim Tambah 13 Orang, Berau Jadi Penyumbang Terbesar dengan 10 Kasus

Baca juga: Kasus Baru Muncul Lagi di Berau, 10 Orang Pekerja Tambang Terpapar Covid-19

"Saya khawatirnya lebih ke masyarakat umum yang melakukan perjalanan. Kalau perusahaan mereka pasti melakukan pengecekan sebelum bekerja. Kalau masyarakat biasa kan belum tentu periksa," tuturnya, Jumat (14/1/2022).

Pada kondisi ini, tentu kesadaran masyarakat menjadi kunci terhadap penyebaran wabah Corona. Terlebih, masyarakat sudah mulai terbiasa dengan zona hijau.

"Jangan lalai, yang penting itu dulu,” tegasnya.

Dia mengimbau agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Guna mengantisipasi penyebaran wabah yang cukup cepat.

"Kalau masyarakat biasa ada yang bergejala setelah berpergian, mohon untuk periksa. Jangan malah sembunyi," tuturnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tRibunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved